Ekonomi Bangkit di Kuartal Ketiga Pasca Pandemi Covid-19

Ekonomi Bangkit di Kuartal Ketiga Pasca Pandemi Covid-19

Harmanta. foto: arya wiraraja/enciety.co

Bank Indonesia (BI) meramalkan pada kuartal ke dua tahun 2020 perekonomian di Tanah Air bakal melorot. Ini lantaran adanya pandemi Corona (Covid-19).

“Namun, di kuartal ketiga dan keempat kami optimis perekonomian kita bakal naik,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Harmanta, dalam acara Perspective Dialogue Radio Suara Surabaya, Jumat (8/5/2020). Acara ini dipandu Bapak Statistika Indonesia Kresnayana Yahya.

Harmanta menjelaskan, melihat data-data yang pada 2020 perekonomian Indonesia masih bisa tumbuh 2,3 persen. Hal ini disebabkan 70 persen wilayah yang mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) merupakan ujung tombak wilayah perekonomian Indonesia.

“Seperti yang kita ketahui, Covid-19 ini menghambat. Mulai dari proses produksi hingga konsumsi. Ketepatan pembuatan kebijakan menjadi kunci utama. Di antaranya paket stimulus sampai jilid 3 yang nilainya mencapai Rp 430 triliun,” tegasnya.

Dana itu, terang Harmanta, digunakan untuk membantu masyarakat menghadapi wabah Covid-19. Mulai dari pengadaan alat-alat kesehatan sampai dengan jaring pengaman sosial.

“Dengan dana tersebut, pemerintah juga berupaya membantu sektor perekonomian dan usaha yang terdampak Covid-19. Di antaranya dengan program keringanan pajak dan lain sebagainya,” papar dia .

Menurut Harmanta, jika bantuan itu tepat sasaran dan jumlahnya juga tepat, pada Juni dan Juli, atau masuk pada kuartal ketiga dan keempat perekonomian Indonesia bakal bangkit lagi. (wh)