Ekonom Pande Radja Silalahi Berpulang

Ekonom Pande Radja Silalahi Berpulang
Pande Radja Silalahi. foto:ytimg.com

Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Ekonom Pande Radja Silalahi tutup usia pada Jumat (2/10/2015), menyusul sakit infeksi prostat yang sudah diderita dalam satu tahun ini.

“Betul pak Pande meninggal dunia. Kami sedang proses pembersihan jenazah. Beliau menghembuskan nafas terakhir ketika ingin dibawa ke ICU Rumah Sakit Graha Kedoya,” ujar Edwin Sinaga, yang juga salah satu keponakan Pande Radja Silalahi, Jumat (2/10/2015).

Mantan Direktur Utama Financorpindo Nusa ini menceritakan, kepergian Pande Radja Silalahi agak tiba-tiba. “Keluhan demam tinggi dan meriang. Lalu dibawa ke rumah sakit tadi pagi. Hembuskan nafas terakhir ketika dibawa ke ICU RS Graha Kedoya. Beliau telah sakit infeksi prostat dalam satu tahun ini,” tutur Edwin.

Edwin mengatakan, Pande akan dimakamkan di kampung halamannya Balige, Sumatra Utana pada Selasa 6 Oktober 2015. “Kalau tidak ada halangan akan berangkat dari Jakarta pada Minggu malam atau Senin pagi. Dimakamkan pada Selasa di kampung halamannya di Balige,” ujar Edwin.

Sebagai salah satu keponakannya, Edwin menilai sosok Pande sebagai seorang paman luar biasa, mempunyai prinsip, independen, dan tidak mudah dipengaruhi. Edwin menilai, kalau Pande merupakan sosok paman lembut ketika memberikan pengarahan kepada dirinya.

“Kami sering berdiskusi. Baru minggu kemarin bertemu dengan beliau. Ketika memberikan pengarahan beliau menyampaikan secara lembut, tidak ada kesan marah,” kata Pande.

Ekonom Pande Radja Silalahi lahir pada Selasa 22 Maret 1949 di Balige, Sumatra Utara. Pande dikenal sebagai dosen dan pengamat ekonomi senior. Ia mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat pada 1973.

Pande melanjutkan studinya dalam program doktoral di Kobe University of Commerce, dan lulus pada 1980. Ia pernah menjabat sebagai dosen dan dekan fakultas ekonomi di Universitas Parahyangan.

Pande juga sempat bergabung di Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jakarta.Selain itu, ia juga pernah bergabung sebagai anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sejak 2001. Sebagai anggota KPPU, ia bertugas melakukan penilaian terhadap perjanjian yang berisiko monopoli maupun persaingan tidak sempurna lainnya. (lp6/wh)