Efek Pelambatan EKonomi China, Bursa  Amerika Ditutup Mendatar

Bursa Asia Menguat Didorong Penguatan Mata Uang Domestik
Bursa Asia Menguat Didorong Penguatan Mata Uang Domestik

Bursa Amerika Serikat ditutup relatif datar pada perdagangan Senin (19/10/2015) waktu setempat akibat laporan keuangan salah satu bank terbesar dunia, Morgan Stanley, yang berada di bawah ekspektasi dan melambatnya pertumbuhan ekonomi  China.  Dow Jones naik 0,08 persen, S&P 500 naik 0,03 persen dan Nasdaq naik 0,38 persen.

Laba kuartal Juni-September Morgan Stanley turun 42 persen seiring dengan kaburnya investor dari pasar obligasi, mata uang dan komoditas. Saham Morgan Staney sempa terkoreksi hingga 6 persen. Hal ini juga menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan bank-bank besar lainnya.

Perekonomian  China di kuartal ketiga mencatat angka pertumbuhan terlambat (6,9 persen) dalam enam tahun terakhir. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Bank Sentral  China akan segera memangkas suku bunga untuk mendorong perekonomian.

Melambatnya perekonomian  China sebagai konsumen energi terbesar dunia berdampak pada harga minyak mentah dunia. Harga minyak mentah dunia jenis WTI turun 2,48 persen ke USD 46,09 dan jenis Brent turun 3,25 persen ke USD 48,82. (bst)