Eargo, Alat Bantu Dengar yang Mungil

Eargo, Alat Bantu Dengar yang Mungil
foto: eargo.com

Kesehatan manusia semakin hari akan semakin menurun. Demikian juga dengan kondisi pendengaran manusia tentunya juga mengalami penurunan. Faktor itu bisa disebabkan usia, kesehatan ataupun karena terlalu sering mendengarkan music melalui alat bantu seperti earphone atau headphone.

 

Untuk membantu pendengaran sudah beredar berbagai alat bantu dengar. Umumnya alat bantu dengar itu memperlihatkan bila si pengguna mengalami gangguan pendengaran. Hal itu bisa menyebabkan konfidensi si pengguna menjadi berkurang.

 

Sebuah alat bantu dengar, Eargo telah dilepas ke pasaran melalui sebuah startup setelah lima tahun melakukan riset. Dimensi Eargo sangat kecil. Bahkan saat digunakan nyaris tidak terlihat oleh lawan bicaranya.

 

Eargo memiliki serat putih yang disebut Flexi Fibers dan terbuat dari silikon berstandar medis, Flexi Fibers ini bertugas menahan posisi Eargo di dalam kanal telinga si pengguna. Dengan demikian, suara berfrekuensi rendah sekalipun masih bisa didengar. Eargo cukup mengeraskan suara mid dan treble.

 

Hasilnya cukup fantastis, yakni suara terdengar lebih alami. Eargo juga memiliki empat profil suara yang berbeda. Dan pengguna bisa mengganti profil hanya dengan menyentuh telinganya dua kali.

 

Hal yang membuat Eargo lebih unggul dibanding alat bantu dengar biasa adalah letak mikrofonnya yang langsung di dalam telinga. Sehingga suara yang dikeraskan berasal dari hadapan secara alamiah.

 

Untuk mendapatkan Eargo sediakan anggaran USD1.980 per pasang atau sekitar Rp 25.740.000! Cukup mahal. Tetapi bila dibandingkan dengan alat bantu dengar yang beredar di Amerika Serikat malah mencapai USD4.200. (wh)