Dukung Tol Laut, Pelindo III Investasi Rp 10 Triliun

 

Dukung Tol Laut, Pelindo III Investasi Rp 10 Triliun

PT Pelabuhan Indonesia telah menyiapkan investasi besar-besaran guna menyongsong pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Investasi yang disiapkan perusahaan plat merah itu sebesar USD1 miliar atau kurang lebih Rp 10 triliun, sekaligus mendukung program pemerintah tentang konsep tol laut.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto menyebut sumber pendanaan tersebut berasal dari pemupukan laba atau laba yang ditahan, kedua pinjaman ke insitutis perbankan, ketiga melakukan aksi koporasi mencari bond atau obligasi.

“Mulai tahun depan kita akan melakukan percepatan dan perbaikan terhadap pelabuhan-pelabuhan untuk mendukung tol laut. Seperti di Tanjung Perak akan ada dua konsentrasi pelaksanaan tol laut baik dari sisi barang maupun penumpang.,” katanya, Jumat (17/10/2014).

Djarwo menyebut sarana angkutan penumpang telah selesai dimana terminal penumpang modern telah beroperasi. Sedangkan konsentrasi angkutan logistik diantaranya Terminal Teluk Lamong, dengan ditunjang oleh Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

Pelindo III berharap pada tahun 2015 semua komponen pendukung diupayakan sudah bisa dioperasikan. Ditegaskan Djarwo, tahun 2015 investasi yang ditanamkan berkisar Rp4-5 triliun. Angka tersebut diantaranya untuk pengembangan dan pembelian alat di Teluk Lamong.

“Beberapa peralatan yang kita datangkan disejumlah pelabuhan pendukung akan tiba secara bertahap mulai April 2015. Nantinya peralatan ini untuk keperluan bongkar muat logistic guna mendukung percepatan kinerja,” urai alumnus ITB itu.

Berkaitan dengan pelaksanaan MEA, Pelindo III optimistis bisa memberi pelayanan jasa kepalabuhanan. Sebab pada pelaksanaan MEA 2015, Pelindo III dituntut memberi pelayanan yang lebih prima, seperti menekan dwelling time (waktu tunggu).

Sementara tim transisi dari presiden terpilih, Adrianov Chaniago mengatakan, konsep tol laut ini bisa mengubah Indonesia sebagai poros maritim dunia (PMB). Ini tidak lepas dari posisi Indonesia yang berada di tengah samudra terluas dan diapit dua benua, Asia dan Australia.

”Pelindo III telah melakukan perbaikan, terutama angkutan penumpang. Sejauh ini angkutan penumpang masih belum mendapat pelayanan seperti di bandara atau stasiun,” terangnya. Dia berharap pelabuhan lain sesegera mungkin untuk melakukan perbaikan pelayanan angkutan penumpang guna memberi perimbangan. (wh)