Dukung Mudik Lebaran, Koarmatim Siapkan Surabaya-591

Dukung Mudik Lebaran, Koarmatim Siapkan Surabaya-591
foto: geotimes.co

Jajaran Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) menyiapkan KRI Surabaya-591 di bawah Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim untuk mendukung angkutan mudik Lebaran 2015.

“KRI Surabaya-591 dengan Komandan Kapal Letkol Laut (P) Wawan Trisatya Atmaja itu akan bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada 11 Juli 2015,” kata Kadispen Artmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman di Surabaya, Selasa (30/6/2015).

Setelah berkiprah dalam arus mudik pada 11 Juli itu, katanya, pada 21 Juli 2015 akan mengangkut gelombang arus balik pemudik bersepeda motor dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

“Pendaftaran mudik gratis ini dapat dilakukan secara online maupun offline. Secara online dimulai sejak tanggal 1 hingga 30 Juni 2015 dengan mengakses pada situs: www.mudikgratis.dephub.go.id,” katanya.

Sementara itu, pendaftaran secara offline dimulai pada 15 Juni hingga 8 Juli 2015 dengan cara para pendaftar dapat mendatangi kantor Kementerian Perhubungan Jalan Medan Merdeka Barat 8, Jakarta.

“Syarat pendaftaran adalah maksimal terdiri atas dua orang dewasa dan satu anak untuk pesepeda motor, mengisi formulir sesuai kota tujuan dengan one way atau pergi pulang, melengkapi foto kopi KTP, KK, SIM dan STNK, serta menunjukkan yang asli, serta menerima bukti pendaftaran,” katanya.

Menurut dia, KRI Surabaya-591 dalam sekali pelayaran mampu mengangkut 1.000 sepeda motor, 1.500 penumpang. “Lama pelayaran dari Jakarta ke Surabaya kurang lebih 30 jam, sedangkan Jakarta ke Semarang kurang lebih 15 jam,” katanya.

Sebelumnya (17/6), KSAL Laksamana TNI Ade Supandi saat menghadiri HUT Ke-59 Puspenerbal di Surabaya menyatakan kesiapannya untuk mendukung ketertiban dan kelancaran angkutan mudik dan balik Lebaran 2015 dengan mengerahkan kapal perang RI (KRI).

“Kami masih menunggu koordinasi dari Kementerian Perhubungan, tapi siap mengerahkan 4-6 KRI bila dibutuhkan, baik rute Jakarta-Semarang maupun Jakarta-Semarang-Surabaya,” katanya. (wh)