Dukung BNN, 525 Taruna Politeknik Pelayaran Tes Urine

Dukung BNN, 525 Taruna Politeknik Pelayaran Tes Urine

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti melihat pelaksanaan tes urine di di Politeknik Pelayaran Surabaya, Kamis (6/7/2017). foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Guna mewujudkan kampus di Surabaya bebas narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya menggelar tes urine dan tes darah di Politeknik Pelayaran Surabaya, Kamis (6/7/2017). Di kampus yang berlokasi di Gunung Anyar Boulevard I ini, 525 taruna diwajibkan untuk mengikuti tes untuk menyatakan bersih dari narkoba.

Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya Marihot Simanjuntak menyatakan mendukung penuh kegiatan tes urine dan tes darah tersebut kepada para siswanya.

“Kami harus mengontrol agar para taruna dari sini harus bersih dari narkoba. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program BNN kota Surabaya dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya,” tegas Marihot Simanjuntak.

Menurutnya, tes urine untuk menyatakan bebas narkoba tidak hanya diberikan kepada para taruna yang sedang mengikuti pendidikan. Tetapi juga diminta saat mereka mendaftar ke Politeknik Pelayaran.

“Kampus Poltekpel harus bebas dari narkoba dan siapa yang melanggar akan dikenai sanksi yang tegas. Bila perlu sampai dikeluarkan dari kampus pelaut ini,” terusnya.

Ke depan, imbuh Marihot, secara periodik para taruna akan diberikan sosialisasi bahaya narkoba, baik melalui kuliah umum, dialog atau forum ilmiah lainnya.

“Hingga kini, belum diketemukan para taruna yang menuntut ilmu terindikasi atau terkena narkoba atau clear. Kami baru melaksanakan tes ini karena habis libur Idul Fitri,” katanya.

Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti mengatakan tes urine dan tes darah yang dilakukan tersebut jelan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang diperingati setiap 26 Juni.

“Puncak HANI akan diperingati pada 13 Juli nanti. Nanti tes urine dan tes darah itu akan dilakukan ke semua tempat. Baik institusi pendidikan dan tempat hiburan yang ada di Surabaya,” kata AKBP Suparti.

Dukung BNN, 525 Taruna Politeknik Pelayaran Tes Urine
foto:sandhi nurhartanto/enciety.co

Mantan Kapolsek Wonocolo itu meneruskan, di tahun 2015-2016 lalu, yang terjangkit penyebaran narkoba terbesar adalah siswa SMP dan SMA. Namun di tahun sekarang ini, banyak mahasiswa bermunculan memakai narkoba.

“Yang tertangkap atau melapor ke kami, banyak mahasiswa yang kini mulai menjadi pengguna aktif hingga pengedar narkoba. Ini yang harus diberantas,” ujarnya.

Menurutnya, narkoba tidak akan memberikan hasil atau manfaat kecuali penyakit dan penyesalan seumur hidup. Menggunakan narkoba sendiri baik sebagai pengguna atau pengedar sama-sama dilarang dan melanggar hukum.

Jika sampai memakai apalagi menjadi bandar, jelas lebih melanggar lagi. “Semua tindakan yang menggunakan narkoba ada sanksi dan ancaman pidana dalam sistem hukum di Indonesia ini,” papar dia. (wh)