Duh, Lorenzo Sebut  Sulit Bersahabat dengan Rossi

Rossi-dan-lorenzo-

Berada satu tim sejak 2008, kemudian ditinggalkan pada 2011 dan kembali bersama lagi sejak 2013, Jorge Lorenzo bicara soal rekan setimnya Valentino Rossi. “Saya punya rasa hormat yang besar pada dia sebagai pembalap, dan saya duga hal yang sama dia rasakan pada saya,” kata pembalap Movistar Yamaha itu dalam wawancara dengan Sky Sport TV, seperti dikutip MotoGP.com.

“Hubungan kami bisa dibilang mesra, tapi mungkin bukan persahabatan karena sangat sulit untuk menjalin persahabatan di antara dua rival yang mengincar tujuan yang sama. Namun hubungan ini baik,” kata Lorenzo.

Jenis hubungan dua orang itu memang lebih banyak diwarnai rivalitas ketimbang sebaliknya. Lorenzo datang ke Yamaha sebagai seorang rookie MotoGP yang secara mengejutkan mampu menang di beberapa seri, sementara di garasi yang sama ada legenda hidup balapan yang tak suka menyembunyikan perasaan kalau merasa terusik.

Perseteruan memuncak pada 2009 ketika garasi Rossi dan Lorenzo dipisahkan sekat tertutup agar tidak saling mengintip data telemetri, dan mereka bahkan menggunakan ban berbeda, yang satu Michelin yang lain Bridgestone.

Mekanik Rossi atau Lorenzo akan merayakan secara berlebihan kalau pembalapnya menang atas yang lain, termasuk di balapan legendaris Catalunya 2009 ketika Rossi mencuri kemenangan di tikungan terakhir lap terakhir.

Namun ada juga kenangan manis dari mereka. Saat Rossi tak berada di trek karena patah kaki kanan di Mugello musim 2010, Lorenzo merayakan hasil juara kedua di podium mengenakan kaos kuning #46. Ketika Lorenzo patah tulang selangka namun memaksakan diri membalap di Assen musim 2013, Rossi mendatanginya sebelum balapan, menjabat tangan dan memeluk.

Musim ini bibit persaingan kembali bersemi, karena mereka berdua mendominasi klasemen dengan beda 10 poin setelah delapan seri. Rossi memimpin di klasemen, namun Lorenzo menang lebih banyak, empat kali berbanding tiga.

Era 2008-2010 Rossi adalah pembalap nomor satu di Yamaha, namun pada 2013 dia pulang setelah berpetualang di Ducati dengan status pembalap nomor dua. Sekarang, menilik klasemen, pasti memusingkan bagi Yamaha untuk menentukan siapa yang nomor satu. (bst)