Duh, Gambar Seram Bungkus Rokok Tak Pengaruh bagi Pecandu

Tempelkan Gambar Seram Tak Cukup Hentikan Perokok
Tempelkan Gambar Seram Tak Cukup Hentikan Perokok

Sejak tahun 2014, pemerintah mewajibkan perusahaan rokok nasional untuk memasang stiker seram pada bungkus rokok. Namun, cara itu masih belum efektif membuat masyarakat kapok untuk merokok. Tobacco Control Support Centre-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) telah melakukan opini publik dalam menilai efektivitas stiker seram rokok untuk peringatan kesehatan.

Ada 94,3 persen responden yang mengaku tahu tentang peringatan bergambar pada bungkus rokok. Sebanyak 89,2 persen responden di antaranya, mendukung kebijakan peringatan stiker seram tersebut. Peringatan kesehatan bergambar dengan gambar kanker paru dianggap paling efektif meyakinkan 89,5 perokok untuk berhenti merokok, meyakinkan 90,2 anak muda untuk tidak mulai merokok dan meyakinkan 91,5 persen mantan perokok untuk tetap berhenti merokok.

Meski demikian, Menteri Kesehatan Prof Nila F Moeloek SpM(K) masih merasa kesulitan untuk menghapus tuntas jumlah perokok di Indonesia. Ia mengatakan, pemasangan stiker seram pada bungkus rokok masih dinilai belum begitu efektif. “Saya kita masih sulit untuk mengendalikan jumlah perokok meskipun sudah ada stiker seram. Sekarang kembali pada masyarakat kita sendiri,” ujar Menkes Nila belum lama ini.

Menkes Nila berharap untuk kampanye berhenti merokok, semua perusahaan rokok nasional bisa membuat peringatan lebih keras agar masyarakat semakin berpikir untuk berhenti merokok. “Mungkin bisa dibuat lagi stiker dengan tulisan yang bikin orang berpikir. Misalnya ‘Saya tidak mau mati karena rokok, karena saya sayang dengan anak cucu saya’,” tukasnya. (oke)