Duh, Banyak Pedestrian Surabaya Disalahgunakan

Duh, Banyak Pedestrian Surabaya Disalahgunakan
Mobil yang parkir di pedestrian A Yani terdapat rambu dilarang parkir.

Pembangunan pedestrian di Kota Pahlawan terus digalakkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memanjakan warganya. Pedestrian dibangun untuk pejalan kaki agar warga dapat merasa nyaman dan tidak takut dengan lalu lalangnya pengendara.

Namun hal tersebut tidak berlaku di berbagai titik pedestrian yang ada. Dari pantauan enciety.co, beberapa pedestrian yang disalahgunakan ada di jalan Urip Sumoharjo. Di tempat ini banyak tukang tambal ban dan warung yang berdiri diatasnya.

Begitu juga di kawasan perkantoran di jalan Pemuda. Banyak para pengendara kendaraan roda dua yang memarkir kendaraannya di depan perkantoran tersebut.

Sedang di Plasa Surabaya, jalur pedestrian tertutup oleh banyaknya taxi yang parkir di tempat tersebut. Di kawasan Ahmad Yani sendiri, banyak disalahgunakan untuk parkir mobil.

Ranti, salah seorang warga Jemur Andayani, mengatakan sejak dibuatkan pedestrian di kawasan ini banyak bermunculan ruko dan tempat usaha baru karena nol jalan dengan jalan raya.

Jalur yang berada di sisi timur menuju ke arah Sidoarjo tersebut disalahgunakan untuk memarkir seenaknya di atasnya.

“Dulu kan cuma jalan makadam dan banyak rumput. Sesudah dibangun jalur frontage road, pembangunan ruko dan kantor banyak bermunculan disini,” ujar dia, Rabu (25/3/2015).

Menurutnya, kadang perkantoran dan ruko tersebut kurang menyediakan lahan parkir. Akibatnya banyak mobil yang parkir di pedestrian karena dilarang parkir di kawasan frontage road.

“Kalau ada petugas seperti dishub dan polisi lalu lintas pasti tukang parkirnya tidak mengijinkan mobil-mobil itu parkir di pedestrian,” ucapnya. (wh)