Dubes AS: Kami Tak Favoritkan Salah Satu Capres

 

Dubes AS: Kami Tak Favoritkan Salah Satu Capres

Menjelang Pemilihan Umum Presiden 9 Juli mendatang, Pemerintah Amerika Serikat menegaskan tak memihak salah satu calon presiden Indonesia. Sebaliknya, melalui duta besar untuk Indonesia, AS menyatakan siap mendukung siapapun presiden yang terpiliha nanti.

Hal itu diungkapkan oleh Robert O. Blake di sela-sela perayaan Independence Day atau hari Kemerdekaan AS ke-238 di Konjen AS Surabaya.“Very exciting melihat kampanye para kandidat di televisi. Saya sangat terkesan dengan kualitas debat para calon presiden. Tapi kami (Amerika Serikat, Red) tidak memfavoritkan calon presiden manapun,” akunya kepada wartawan, Selasa (24/6/2014).

Diplomat alumnus Harvard College itu kagum dengan Pemilu legislatif di Indonesia beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, Pemilu yang berjalan damai itu menunjukkan kekuatan dan kedewasaan demokrasi di Indonesia. “We’re really impressed, kampanye berlangsung tanpa kekerasan,. Kami ingin melihat pemilu presiden nanti berlangsung jujur dan bebas,” ujarnya.

Blake menambahkan, hubungan Indonesia dan Amerika Serikat sudah kuat. Pihaknya yakin, hubungan tersebut akan semakin menguat bahkan ketika presiden baru kelak terpilih. “AS dapat bekerja sama dengan siapa pun calon yang akhirnya terpilih. Hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia telah terjalin harmonis,” tandasnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa pemerintah AS mempertanyakan rekam jejak calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto. Dikutip dari Wall Street Journal, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert Blake mengatakan pemerintah Indonesia harus menyelidiki tuduhan keterlibatan calon presiden Prabowo Subianto dalam pelanggaran atas hak asasi manusia (HAM) pada dasawarsa 1990-an.

Meski demikian, Blake buru-buru menambahkan jika pemerintahnya tidak memihak calon tertentu. “Namun, kami menganggap serius dugaan pelanggaran HAM dan menyerukan pemerintah Indonesia untuk sepenuhnya menyelidiki tuduhan tersebut,”ujar Blake lewat surat elektronik yang dilansir indo.wsj.com.

Kedutaan besar AS hanya mengungkapkan dukungannya terhadap penyelidikan dan penyelesaian pelbagai dugaan kasus pelanggaran HAM. (wh)