Dua Stasiun Belum Optimalkan Angkutan Barang

Dua Stasiun Belum Optimalkan Angkutan Barang

PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daops) 8 mengakui belum optimal mendorong angkutan barang. Setidaknya dua stasiun, Benteng dan Kalimas, masih rendah produktivitas angkutan barang sepanjang 2013.

Berdasarkan catatan yang dimiliki dua stasiun itu, PT KAI Daops 8 baru mencatat total 103.5.5 TEU’s. Jumlah itu terdiri dari 57.156  TEU’s volume kontainer dari Stasiun Kalimas, sedangkan dari Stasiun  Benteng tercatat 46.349 TEU’s.

Manager Humasda PT KAI Daops 8 Sri Winarto) menyatakan data tersebut masih dianggap minim untuk produktivitas dalam satu tahun. Data ini masih jauh dari produktif dan masih belum ideal,” katanya.

Sejauh ini PT KAI Daops 8 belum menyatakan jumlah ideal untuk angkutan petikemas melalui kereta. Padahal, tahun ini dijadwalkan start untuk angkutan petikemas yang dilakukan PT KAI. Dimana, Daops8 ditarget bisa mengangkut 1.000 TEU’s perhari.

”Kita masih berpacu untuk melakukan perbaikan sektor angkutan barang ini. Seperti pembangunan Container Yard (CY/ lapangan penumpukan) di sejumlah stasiun,”  urainya. Dia menambahkan kedepan PT KAI akan lebih aktif jemput bola.

Rincian volume petikemas di Stasiun Kalimas sepanjang tahun 2013 tercatat 23.724 TEU’s untuk keberangkatan kereta. Sedang kedatangan petikemas tercapai 26.232 TEU’s. Selain angkutan petikemas, di Kalimas juga tercatat 7.200 ton semen melalui sentra angkutan barang ini.

Sementara Stasiun Benteng tercapai 20.079 TEU’s untuk keberangkatan, kedatangan mencapai 26.270 TEU’s. “Data ini belum termasuk laporan petikemas dari Stasiun Waru, Pasar Turi, dan Babat. Kalapun masuk, kita masih perlu kerja keras lagi guna mendorong produktivitas dan pelayanan angkutan barang,” ungkapnya.

Saat ini PT KAI Daops8 tengah melakukan pengembangan lapangan penumpukan disejumlah stasiun. Pembangunan yang sudah berjalan diantaranya Kalimas, Kandangan, Sidotopo, dan Kotalama. Sedangkan yang sudah berjalan adalah Benteng, Kalimas, Pasar Turi, dan Babat.

“Ke depan kita mengembangkan Stasiun Bangil. Stasiun di Kabupaten Pasuruan itu sangat layak untuk dikembangkan sebagai stasiun barang, lantaran cukup banyak industri di kota tersebut,” tutup pria kelahiran Malang itu. Tidak dijelaskan investasi yang ditanamkan PT KAI Daops8 untuk pengembangan CY.

Sebelumnya, Vice President PT KAI, Sugeng Priyono mengungkapkan ambisinya untuk menaikkan angkutan petikemas dua kali lipat. Bila saat ini masih terdata 2.800 TEU’s, secara nasional akan ditingkatkan minimal menjadi 5.000 TEU’s per tahun. (wh)