Dua Raksasa Semen Dunia Merger

Dua Raksasa Semen Dunia Merger

Dua perusahaan raksasa semen dunia, Holcim Ltd (HOLN) dan Lafarge SA (LG) sepakat lakukan merger. Penggabungan dua perusahaan itu menghasilkan  perusahaan semen terbesar di dunia dengan kapasitasn penjualan lebih dari USD 40  miliar.

Bruno Lafont, CEO Lafarge yang berbasis di Paris, akan memimpin perusahaan gabungan itu, demikian keterangan resmi perusahaan tersebut, Senin (7/4/2014).

Wolfgang Reitzle, yang menjadi ketua Jona, markas Holcim di Swiss, peran dari bisnis ini akan diperbesar dengan nama LafargeHolcim. Kedua nama tersebut disetujui untuk digabungkan.

Kesepakatan, termasuk merger pada semua saham, akan menghasilkan sinergi lebih dari 1,4 miliar euro atau sekitar USD 1,9 miliar pada semester pertama 2015 nanti. Kedua perusahaan menyatakan akan menjual aset, terutama di Eropa. Kesepakatan itu akan memungkinkan para produsen semen menggabungkan beberapa bisnisnya setelah resesi global yang mengikis permintaan bahan bangunan.

Sebelumnya, untuk meningkatkan pendapatan dari konsumsi energi yang tinggi, Holcim pada Agustus tahun lalu sepakat menukarkan aset di Jerman dan Republik Ceko dengan Cemex SAB (CX), pembuat semen terbesar di Amerika Serikat.

Seperti diketahui, saham Lafarge naik sebesar 5,4 persen di Paris, sementara saham Holcim naik sebanyak 7,3 persen di Zurich. Bloomberg bahkan mengungkapkan, Lafarge dan Holcim sudah melonjak 8,9 persen dan 6,9 persen masing-masing pada 4 April lalu.

Ditanya ihwal struktur kesepakatan menunjukkan bahwa Holcim mengambil alih Lafarge, Bruno Lafont kepada wartawan pada jumpa pers hari ini mengatakan, transaksi tersebut adalah penggabungan yang sama. Namun, dia menolak menjelaskan lebih lanjut.

Menurut data Bloomberg, setidaknya ada empat miliarder memiliki saham Holcim atau Lafarge, termasuk orang terkaya di Mesir, yaitu Nassef Sawiris, orang kaya dari Belgia Albert Frere, individu keempat terkaya di Swiss, Thomas Schmidheiny, serta yang berasal dari Georgia, Filaret Galchev. (kmp/ram)