Dua PSK Eks Lokalisasi Sememi Terjangkit HIV

 

Dua PSK Eks Lokalisasi Sememi Terjangkit HIV

Operasi yustisi yang dilakukan Satpol PP di eks lokalisasi Sememi Sabtu (31/5/2014) yang lalu, ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan Surabaya. Dinkes melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap ke-26 orang Pekerja Seks Komersial (PSK) tersebut. Hasilnya, sebanyak dua orang positif terjangkit HIV.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, drg Febria Rachmanita mengatakan, pihaknya langsung melakukan pengobatan IRV. Ia juga melakukan penyuluhan dan pendampingan.

“Untuk memotong penularan HIV, kami mengimbau agar mereka (dua PSK yang positif HIV) untuk tidak lagi praktek di tempat (lokalisasi) lainnya,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Feni itu mengungkapkan, setiap orang yang positif HIV, dilarang melakukan tindakan yang patut diketahui dapat menularkan atau menyebarkan infeksi HIV pada orang lain. Hal itu diatur Perda Nomor 4 tahun 2013 Pasal 15. Pun pada pasal 41, setiap orang atau penanggung jawab usaha yang melanggar ketentuan seperti bunyi Pasal 15, dikenakan sanksi paling berat kurungan selama tiga bulan dan denda paling besar 30 juta. “Kami  bukannya membedakan penderita HIV. Justru Perda ini melindungi penderita HIV. Tetapi juga melindungi yang belum terkena HIV,” jelasnya.

Sementara 24 orang yang dinyatakan negatif, Pemkot Surabaya berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk melakukan pendampingan. Mereka dikirim ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) di Kediri untuk mengikuti pelatihan. “Kami koordinasi dengan Pemprov karena kebanyakan dari luar kota. Dua orang yang positif HIV itu juga berasal dari Kota Malang,” tutur Feni. (wh)