Dua Poin Penting yang Harus Dipegang Pelaku Usaha Kreatif

Dua Poin Penting yang Harus Dipegang Pelaku Usaha Kreatif

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menghadiri pelatiha Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda di Kaza City Mall, Sabtu (13/1/2018). foto:arya wiraraja/enciety.co

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kembali menghadiri acara Pelatihan Pahlawan Ekonomi & Pajuang Muda Surabaya di Kaza City Mall, Sabtu (13/1/2018). Risma datang tanpa pengawalan ketat. Dia hanya didampingi Kabag Umum Wiwiek Widiyanti serta ajudannya.

Risma menyatakan senang dengan perkembangan Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda. Dari kualitas, peserta program pemberdayaan ekonomi ini telah mencapai 9.000 lebih. Dari kualitas, banyak lahir pelaku usaha kreatif dengan omset rausan jutaan, bahkan ada yang mencapai Rp 1,6 miliar setahun.

“Saya bersyukur banyak yang sudah bisa menjalankan bisnisnya setelah delapan tahu saya ikut membina,” ujar Risma, lalu disambut applaus sekitar 350 peserta yang hadir.

Risma lalu menyampaikan dua poin penting agar bisnis bisa berkesinambungan. Yakni, diferensiasi produk dan memperluas jangkauan pasar usaha.

Kata dia, diferensiasi produk itu sangat poin. Karenannya, ia berharap kepada para pelaku usaha kreatuf agar terus berinovasi dengan produk yang diciptakan.

“Industri kreatif akan terus berubah. Jika kita tidak berubah, kita akan tertinggal. Jangan sampai produk panjenengan akan ditinggalkan oleh pembeli,” tegas wali kota terbaik dunia itu.

Menurut Risma, untuk memicu inovasi, para pelaku usaha harus bisa berpikir tidak biasa atau out of the box.

“Di industri kreatif, permintaan pasar terus berubah. Contohnya, di Eropa mengenal empat musim, musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Para perancang mode di sana terus melahirkan karya berbeda yang disesuaikan dengan tema empat musim itu,” ungkap dia.

Dari contoh tersebut, menurut Risma, para pelaku usaha yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda bisa meniru apa yang dilakukan para perancang busana di Eropa.

Di Indonesia yang hanya memiliki dua musim ini, sebenarnya dapat dimanfaatkan jika para pelaku usaha dapat berpikir kreatif. “Seperti mantel atau jas hujan saya ini.  Coba lihat warna pink ini. Saya pada waktu itu beli jas hujan ini di Jepang. Jika panjenengan semua dapat berpikir lebih kreatif dengan membuat jas hujan seperti ini, pelanggan anak muda tidak bakal malu memakainya. Bisa-bisa malah menjadi trendsetter,” ujar dia.

Soal jangkauan pasar, Risma menjelaskan jika hal itu dapat dilalukan dengan produk baru. “Buat produk yang diminati pasar. Pasar yang kita cukupi itu sangat luas. Mungkin sekarang panjenengan masih membuat produk yang disukai atau dibutuhkan oleh kalangan tua. Namun, dengan membuat produk baru, panjenengan bisa menyasar pasar yang lebih muda,” ungkap wali kota perempuan pertama di Surabaya.

Menurut Risma, banyak manfaat yang didapat dengan jalan memperluas. Di antaranya, bertambahnya jumlah pelanggan. Dengan begitu, peluang meningkatkan pemasukan semakin besar.

Untuk itu, imbuh dia, semua pelaku usaha dapat terus belajar dan tiidak cepat berpuas diri. “Contohnya saya. Sampai saat ini saya masih terus berusaha dan belajar. Jika panjenengan semua lihat di ruang kerja saya banyak buku berserakan. Meskipun saya disibukkan dengan rutinitas kerja, sama masih sempatkan belajar,” pungkas Risma. (wh)