Dua Perusahan Jerman Terlibat Kelola PLTG Teluk Lamong

 

Dua Perusahan Jerman Terlibat Kelola PLTG Teluk Lamong

Dua perusahaan asing, General Electric dan MWM asal Jerman berencana melibatkan diri dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Prasetyadi yang mengungkapkan keduanya sedang mengajukan penawaran.

Dimana kedua perusahaan asing tersebut masing-masing telah menggandeng dua perusahaan BUMN di bidang konstruksi. Untuk General Electric menggandeng PT Adhi Karya sedangkan MWM bersama PT Waskita Karya untuk membangun power plant berkapasitas 15 Mega Watt (MW).

“Saat ini sedang beauty contest. Masing-masing pihak (kedua perusahaan asing) saling mengajukan penawaran,” ungkapnya.

Dalam rancangan tersebut disebutkan pembangunan fisik power plant diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan, dengan nilai investasi Rp 150 miliar.

Listrik dari pembangkit, kata dia, akan digunakan untuk mensuplai kebutuhan seluruh terminal. Untuk tahap awal, Prasetyadi mengungkapkan membutuhkan tenaga 16 MW, dimana diantaranya bersumber dari PT PLN (persero). Secara bertahap kapasitas pembangkitan ditingkatkan hingga 200 MW seiring kebutuhan operasional.

Prasetyadi tidak menjelaskan secara detail bentuk kerjasama dari kedua perusahaan asing tersebut. Memang masih dalam tahap penjajagan. Kita juga belum berbicara seberapa besar nilai investasi dari kedua perusahaan tersebut,” lanjutnya.

Terpisah, Perusahaan Gas Negara (Persero) menyatakan telah menyiapkan 2,5 juta MMCFD pada tahap awal ke Terminal Teluk Lamong. General Manager SBU, Wahyudi Anas menyatakan, tahap awal ini akan terealisasi pada tahun 2015.

“Kita sedang memersiapkan ainfrastruktur terlebih dahulu. Seperti menyiapkan sambungan pipa gas eksisting sepanjang 4 KM dari Tandes dan Romokalisari,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini sudah tahap sekitar 80 persen penyambungan pipa eksisting dan diperkirakan awal 2015 sudah tuntas.

PGN tidak menjelaskan nilai investasi untuk menyambung pipa eksisting menuju Teluk Lamong. “Itu akan kita jelaskan nanti. Saat ini kita sedang memersiapkan penyambungan pipa dahulu,” tutup Wahyudi Anas. (wh)