Dua Pengembang Australia Garap Pasar Indonesia

 

Dua Pengembang Australia Garap Pasar Indonesia

Tingginya warga Indonesia yang menetap dan membeli properti di Australia menjadi daya tarik bagi pengembang asal Negeri Kanguru itu. Dari data yang dikantongi Licence Real Estate of Australia (LREA ), warga Indonesia yang tinggal di Australia mencapai 30 persen dari total warga asing, di bawah Tiongkok yang mencapai 40 persen.

Angka tersebut menjadi peluang bagi pengembang properti Australia utnuk menarik investor asal Indonesia. Dua pengembang tower asal Melbourne, Lighthouse dan The Fifth telah menunjuk Sky Realty, agent properti untuk melakukan ekspansi ke Indonesia guna mencari investor.

“Mengapa kami harus ke Surabaya, karena property di Surabaya sudah sangat mahal. Baik itu landed maupun tower,” kata Syanty Dewi, Direktur Sky Realty. Ia mengaku sudah melakukan ekspansi di Jakarta dan hasilnya cukup luar biasa.

Iming-iming yang dijanjikan porperti asal Australia ini bebas loan to value (LTV/ uang muka sebesar 30 persen) seperti di Indonesia dan bunga yang kompetitif. Syanty menyebut uang muka hanya sepuluh persen, dengan bunga flat maksimal 5 persen pertahunnya.

Uang muka yang telah disetorkan dijamin pihak notaris akan aman, meski investor berencana menarik dana tersebut. “Uang muka bisa kembali, karena pihak bank yang ditunjuk menjanjikan bunga dari setoran tanda jadi. Selain itu, investor juga bisa menambah pendapatan ketika flat tersebut disewakan ke orang lain,” lanut Syanty.

Dua tower yang ditawarkan publik Surabaya ini memiliki keunggulan lokasi. Untuk The Fifth, lokasinya berdekatan dengan perguruan tinggi terkemuka di Melbourne seperti Melbourne University dan Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT).

Dimana banyak warga Indonesia yang menempuh pendidikan di dua kampus terkemkuka itu. The Fifth juga berada di jantung kota, lantaran terletak di Distric of Melbourne yang dijual dengan AUD 350.000 atau setara dengan Rp 3,7 miliar.

Sepanjang sepakan di Surabaya, Sky Realty telah menjaring lima claon investor yang langsung inden. “Kami optimistis hingga akhir tahun sales akan tercapai sekitar 15-20 unit. Opportunity ini tidak lepas dari dinamisnya warga Surabaya yang langsung merespon keberadaan property di Australia,” tutupnya.

Sky Realty sebetulnya juga menawarkan properti lainnya, seperti B@Swanston, Gondon Macquarie, Southpoint, dan Zest. “Saat ini fokus pada Lighthouse dan The Fifth karena banyak mahasiswa dan pelajar asal Indonesia sekolah di Melbourne,” ungkap CEO Hendri Liem. (wh)