Drawing-Drawing in the Sky #2 Digelar di HoS

Drawing-Drawing in the Sky #2 Digelar di HoS

Drawing memegang peranan penting dalam proses merancang sebuah karya seni rupa. Dalam pameran “Drawing-Drawing in the Sky #2” yang digelar mulai tanggal 12 Juni – 26 Juli 2015 di Galeri Seni House of Sampoerna (HoS), seniman mengekspresikan kesenangan dalam bermain dengan berbagai macam teknik drawing sehingga menghasilkan karya dengan banyak karakter.

Pameran ini diikuti oleh delapan seniman dari Yogyakarta yaitu Elano Gastiano Artisto Liberte, Titus Garu, Laiflatul Muhtarom, Sarwoto Kotot, Yanwar Nugroho, Kusmei Santo, dan Sari Suryawinata.

Berangkat dari pemikiran dan harapan membuka cakrawala seni rupa dan budaya Indonesia secara lebih luas, para seniman mencurahkan imajinasi liar mereka kedalam coretan-coretan (drawing) yang kemudian bertransformasi menjadi 25 karya seni rupa.

Dalam karya seni lukis Elano ‘Warna Warni Menungso” nampak coretan dengan berbagai garis dan warna yang saling bertautan membentuk manusia dan tangan-tangan bercerita tentang perilaku manusia di negeri ini.

Lain halnya dengan karya dari Kusmei Santo, menghadirkan karya “Anugrah Agni”, sebuah karya yang tercipta dari ketidaksengajaan saat seniman mengerjakan lembaran baja diatas board sebagai alasnya.

Bekas dari goresan baja yang telah dipotong dan dilas ternyata membekas dan membentuk guratan-guratan nan artistik oleh karenanya karya tersebut disebut karya experimental art. Keanekaragaman seni budaya dalam bentuk karya imajinatif dihasilkan pula oleh ke enam seniman lainnya yaitu Titus Garu, Laiflatul Muhtarom, Sarwoto Kotot, Yanwar Nugroho, Andita Naradwinantri, Sari Suryawinata dan dikemas dalam berbagai seni seperti drawing, patung, cukil dan grafis.

Kesenangan dalam bermain dengan drawing seperti yang ditunjukkan oleh delapan seniman ini dimaksud untuk memberikan wawasan baru bagi masyarakat awam serta pencerahan bagi penikmat dan pecinta seni rupa untuk mengkoleksinya. “Walau sepintas karya ini terlihat seperti hasil dari bermain, namun dari bermain inilah sebuah proses kreatif tercipta dan tertuang menjadi sebuah karya seni yang bebas berekspresi” jelas Elano selaku koordinator pameran.(wh)