DPRD Surabaya: RTRW Dolly Bukan Untuk Prostitusi

 

DPRD Surabaya: RTRW Dolly Bukan Untuk Prostitusi

Deklarasi penutupan lokalisasi Dolly-Jarak tinggal menghitung hari. DPRD Kota Surabaya mengimbau agar pemerintah kota Surabaya cermat dalam mengalihfungsikan lokalisasi terbesar di Indonesia itu. Sebab jika ditilik dari Rancangan Tata Ruang Wilayah, kawasan Dolly masuk unit pengembangan tujuh yang masuk kecamatan Sawahan dan Wonokromo. 

“Peruntukannya untuk pemukiman, perdagangan, jasa dan militer,” kata anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Surabaya Herlina, Senin (16/6/2014). Artinya, kawasan Dolly yang menjadi tempat transaksi perdagangan dan jasa prostitusi telah di luar peruntukan RTRW. “Tidak disebutkan ada lokalisasi di sana. Tapi tergantung kita memaknai seperti apa,” katanya.

Sehingga, lanjutnya, jika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana akan membangun gedung enam lantai di kawasan tersebut untuk pusat bisnis, Herlina tidak mempermasalahkannya karena tidak melanggar RTRW.

DPRD Kota Surabaya menilai peran swasta sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan di kawasan lokalisasi Dolly dan Jarak pasca penutupan dua lokalisasi tersebut pada 18 Juni mendatang.

“Jangan diambil-alih pemkot semua karena anggaran APBD juga terbatas. Masih banyak wilayah lain yang butuh pengembangan,” katanya. Apalagi, sambungnya, kawasan Dolly-Jarak merupakan area padat penduduk. Tentunya juga banyak usaha yang berkembang di kawasan tersebut yang perlu mendapat perhatian jika Dolly ditutup.

Menurut dia, menggandeng pihak swasta bagian dari pengentasan protitusi khususnya warga yang terdampak yakni dengan cara memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka.

“Kalau menggerakkan PSK untuk bekerja di tempat tertentu tentu sulit. Ini dikarenakan banyak warga yang tidak suka karena PSK adalah penyakit sosial. Tentunya lingkungan sosial dibantu pemerintah yang bisa membenahi,” katanya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebelumnya mengatakan rencana perubahan wajah kawasan lokalisasi Dolly yakni dengan membangun sebuah gedung enam lantai. 

“Lantai dasar bakal difungsikan sebagai sentra PKL, lantai dua untuk usaha makanan kering, lantai tiga dan empat khusus untuk perpustakaan dan komputer,” katanya.

Sedangkan lantai lima, lanjut dia, akan digunakan untuk taman bermain anak-anak serta balai RW yang ada di lantai enam. 

“Gedung itu dilengkapi dengan lift. Anggaran yang disiapkan sebesar Rp9 miliar,” katanya. Pemkot juga akan membangun sarana penunjang lain seperti sarana olahraga dan perdagangan.(ant/wh)