DPRD Dukung Risma Bangun SDM Masyarakat Surabaya

DPRD Dukung Risma Bangun SDM Masyarakat Surabaya
Suasana pembukaan Musrenbang Pemkot Surabaya 2015 di Kantor Bappeko Surabaya, Kamis (26/3/2015).

DPRD Surabaya mendukung penuh langkah Wali Kota Tri Rismaharini untuk mencanangkan Pembangunan Kota lebih diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Artinya pembangunan kota tidak harus dalam bentuk infrastruktur fisik semata dan harusnya lebih mengutamakan kesehjateraan warga.

Dewan menilai, sudah seharusnya bila Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Surabaya Tahun 2015 ini tidak hanya mengedepankan pembangunan fisik semata. Melainkan juga mengutamakan kesejahteraan warga dengan memperhatikan pendidikan dan kesehatan.

“Sebagai kota perdagangan dan jasa, ada banyak orang yang tertarik datang ke Surabaya. Harapan kami tentu Surabaya jangan hanya cantik di luar tetapi juga cantik di dalam. Artinya, selain pembangunan fisik, juga pembangunan mental melalui pendidikan dan kesehatan. Itu yang penting. Karena tidak ada gunanya bila fisiknya baik tetapi yang lainnya di bawah rata-rata,” ujar Anggota DPRD Surabaya Vincensius Awey kepada wartawan, Kamis (26/3/2015).

Sementara itu, Kepala Bappeko Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, kegiatan Musrenbang Kota Surabaya Tahun 2015 ini penting untuk mengetahui usulan-usulan pembangunan melalui partisipatif masyarakat secara bottom up (bawah ke atas). Termasuk bagian dari pembangunan SDM masyarakat Surabaya.

Dijelaskan Agus, sebelum pelaksanaan Musrenbang Kota Surabaya, telah dilaksanakan Musrenbang tingkat kecamatan dan juga tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Kegiatan ini untuk penajaman dan juga klarifikasi terhadap prioritas rencana pembangunan kota,” tegasnya.

Di satu sisi, Parmin, perwakilan dari Kecamatan Sambikerep yang turut dalam Musrenbang menambahkan untuk tahun ini, usulan pembangunan dari warga memang masih didominasi oleh pembangunan dan perbaikan sarana infrastruktur (fisik). Di antaranya seperti normalisasi saluran air dan juga saluran tepi jalan.

“Ada beberapa usulan yang arahnya fokus kepada peningkatan kompetensi dan skill warga. Contohnya ada sekitar 15 warga yang mengajukan usulan pelatihan urban farming dan hidroponik. Juga usulan pelatihan pembuatan produk rumah tangga seperti keset atau sulak. Ini yang harusnya nanti bisa difasilitasi oleh Pemkot Surabaya,” akunya. (wh)