Double Track KA Semarang-Surabaya Terancam Molor

Double Track KA Semarang-Surabaya Terancam Molor

Pengoperasian jalur ganda (double track) lintas utara KA Semarang-Surabaya terancam molor. Pasalnya, pelaksanaan switch over lintas Semarang Tawang- Bojonegoro di stasiun Kradenan, Kabupaten Grobogan ditunda. Padahal Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono siap meresmikan.

Alasan penundaan karena PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak memberikan izin pemasangan Double Track KA. Dengan alasan satuan kerja (Satker) proyek jalur ganda Ditjen Perkeretaapian belum memberikan dokumen kelengkapan sesuai prosedur. Sementara menurut pihak satker, semua dokumen sudah diserahkan sejak 17 januari 2014 lalu.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyesalkan penundaan switch over tersebut. “Saya akan laporkan kepada Pak Kuntoro Mangkusubroto. (kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan/UKP4) karena hal ini menghambat pembangunan infrastruktur,” tutur Bambang Susantono.

Menurut Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Arief Heriyanto, penundaan ini sudah yang ke tiga kalinya sepanjang pembangunan Double Track KA lintas utara Semarang-Surabaya.

Penundaan switch over ini tentu saja merugikan banyak pihak. Selain berdampak pada terlambatnya penyelesaian pembangunan proyek Double Track KA sepanjang 727 km, juga merugikan masyarakat karena perjalanan kereta api pada lintasan tersebut tetap menggunakan satu jalur, bukan dua jalur. Akibatnya perjalanan pada lintasan tersebut menjadi lebih lambat dari seharusnya.

Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Hermanto di Stasiun Kradenan, Selasa (28/1/2014) mengatakan, ada tiga poin yang dipersoalkan oleh PT KAI antara lain tidak adanya pemeriksaan bersama terhadap jalur rel ganda yang akan dipasang. Padahal pemeriksaan bersama sudah dilakukan antara supreme dan satker secara parsial dalam rangka persiapan-persiapan switch over, dengan sintel, Jalur dan jembatan dan operasi.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan bersama. Kami punya foto-foto sebagai buktinya,” kata Hermanto.

Hermanto  menambahkan, ada tiga poin yang dipersoalkan PT KAI hanya dibuat-buat dan mengada-ada sebab semua berkas kelengkapan sudah dipenuhi. Ia menunjuk klaim PT KAI yang menyebutkan tidak adanya berita acara hasil  pemeriksaan bersama terhadap Double Track KA jalur Jambon-Sulur. Padahal menurut Hermanto, pemeriksaan bersama sudah dilakukan Satker dengan PT KAI.

Sesuai MOU Ditjen Perkeretaapian dengan PT KAI, Satker telah melaksanakan semua yg menjadi syarat ijin Switch Over. Prosedur swith over. seperti ini sudah dilaksanakan sebanyak 5 kali, dan berhasil dengan baik,

Hermanto menambahkan, program jalur ganda ini seharusnya sudah bisa dioperasikan pada awal April 2014. “Tapi dengan ada penundaan switch over maka akan menyebabkan mundurnya pengoperasian Double Track KA lintas utara,” ujar Hermanto.

Penundaan pelaksanaan switch over di stasiun Kradenan juga menyebabkan sekitar 900 pekerja yang sudah siap memasang rel, gigit jari. (wh)