Dorong UKM Jatim Naik Kelas, Sosialisasikan Halal Self Declare

Dorong UKM Jatim Naik Kelas, Sosialisasikan Halal Self Declare

Sosialisasi dan Pemberkasan Halal Self Declare. foto: diskopukm.jatimprov.go.id

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Jawa Timur (Diskop-UKM Jatim) menggelar Sosialisasi dan Pemberkasan Halal Self Declare. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa pelaku usaha yang berdomisili di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Jombang.

Pada 20 Juni 2022, dinas yang dipimpin oleh Andromeda Qomariah ini melakukan terobosan dengan melakukan kerja sama dengan Sehati by BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) dari Kementerian Agama dan SIG (PT. Saraswanti Indo Genetech) Surabaya.

Kadis Andromeda menjelaskan, pada tahun 2024 nanti, Pemerintah akan mewajibkan Sertifikasi Halal. Jika tidak mempunyai sertifikasi halal akan terkena sanksi hukum. Sementara itu, untuk mengurus sertifikasi halal bukan produk yang mudah dan murah.

“Alhamdulillah pada suatu acara, kami bertemu dengan Kepala BPJPH dan Satgas Sertifikasi Halal Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur. Berawal dari momen itulah kami intens menjalin komunikasi dan koordinasi untuk mewujudkan program Self Declare dengan biaya yang sangat terjangkau bagi para pelaku UKM,” ujar Andromeda, Jumat (17/6/2022) di kantornya.

Andromeda memaparkan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai arahan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam rangka percepatan Sertifikasi Halal serta sebagai salah satu wujud implementasi dari amanat UU 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal. UU tersebut menyatakan seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal.

Peserta yang hadir pada kegiatan ini sejumlah 50 orang pelaku UKM produk makanan dan minuman. Diskop-UKM Jatim memperkirakan angka tersebut akan terus berlanjut sampai akhir bulan Juni Tahun 2022 dengan total target peserta sebanyak 200-300 UKM.

“Inilah bukti jika kita rajin membangun jaringan, silaturahmi, dan komunikasi sehingga semua permasalahan dapat diselesaikan bersama,” lanjut Kadiskop-UKM Jatim.

Ia menjelaskan, tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang produk halal dan meningkatkan kualitas produk melalui sertifikat halal sehingga diharapkan UKM dapat naik kelas.

Selanjutnya Andromeda menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan Sertifikasi Halal yang secara nasional memiliki target sebesar 10 juta pelaku UKM sampai tahun 2024. Sementara target Provinsi Jawa Timur sebanyak 1,5 juta atau sekitar 15 persen dari target nasional.

“Harapan kami ada lebih dari satu produk yang diproses melalui program Sehati Self Declare agar dapat tercapai percepatan sertifikasi halal. Dengan sertifikasi halal, akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk Bapak/Ibu sekalian,” pungkas Andromeda. (wh)