Dorong Kinerja Angkutan Barang, KAI Lobi 500 Perusahaan

Dorong Kinerja Angkutan Barang, KAI Lobi 500 Perusahaan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) 8 tidak terlalu puas dengan capaian kinerja angkutan barang hingga kuartal ketiga tahun ini. Setidaknya untuk angkutan petikemas sepanjang Januari hingga Agustus, baru tercatat 86.400 TEU’s dan 89.600 ton angkutan kargo.

Manajer Angkutan PT KAI Daops 8 Sujarwo mengatakan tahun ini kurang begitu memuaskan. Pihaknya berupaya menaikkan daya angkut dua kali lipat pada 2015, baik petikemas, general cargo, maupun curah cair.

“Kita sudah melakukan pendekatan dengan 500 perusahaan, baik swasta maupun BUMN di seluruh wilayah kerja kita,” kata Sujarwo, Jumat (12/9/2014).

Sejauh ini, kata dia, kereta petikemas sudah ada 9 relasi dari Jakarta menuju Surabaya (Waru, Kalimas, dan Benteng). Sedangkan untuk angkutan kargo baru dua relasi dari Pasar Turi menuju Jakarta.

PT KAI telah amengambil langkah strategis dengan melakukan investasi 600 gerbong datar. Dimana, sekitar 200-300 gerbong datar akan dioperasikan di Daops 8, dan akan dioperasikan 7 kereta (lokomotif) untuk kereta petikemas.

“Sengaja kita konsentrasikan untuk petikemas, karena demand-nya cukup tinggi untuk jalur Jakarta-Surabaya,” tambahnya.

Dia menunjukkan contoh pada pekan ini ada penambahan relasi dari Waru ke Jakarta dari dua hari sekali, menjadi sehari sekali.

Selain itu, tarif yang dipatok PT KAI Daops 8 cukup kompetitif. Untuk angkutan petikemas per TEU’s dipatok Rp2 juta diluar terminal handling charge (THC). Sedangkan tambahan biaya THC sekitar Rp 1,5 juta atau total seluruh jasa angkutan mencapai Rp 3,5 juta per TEU’s termasuk ongkos kirim.

Harga tersebut menurut Sujarwo sedikit lebih rendah dibanding angkutan truk. Nilai ekonomis untuk angkutan barang ini juga lebih efisien, dimana PT KAI bisa memangkas waktu dari 18 jam menjadi 15 jam.

“Hal ini seiring dengan resminya double track dioperasikan dan kita sudah bisa menggunakan sarana tersebut,” papar dia.

Upaya untuk meningkatkan angkutan barang baik petikemas maupun kargo tahun ini adanya pembicaraan dengan sejumlah perusahaan. Dimana pada akhir tahun nanti diupayakan akan ada penambahan relasi Surabaya-Solo, Surabaya-Semarang, Surabaya-Jogjakarta, dan Surabaya-Banyuwangi. (wh)