Permendag 38/2013 Dorong Jatim Ciptakan Kawasan Industri IT

Permendag 38/2013 Dorong Jatim Ciptakan Kawasan Industri IT
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan.

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 38/2013  tentang ketentuan pembatasan impor perangkat seluler mendorong Jatim membangun kawasan industri Information and Technology (IT/ teknologi informasi). Dimana dalam permendag tersebut mewajibkan perusahaan asing membangun industri IT menggandeng distributor lokal atau perusahaan lokal.

“Kita memberi kesempatan selama tiga tahun kepada perusahaan asing untuk membangun industri di Jawa Timur. Soal lokasi sudah kita siapkan disekitar bandara atau pelabuhan sesuai dengan permintaan mereka (perusahaan asing),” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan, Senin (27/1/2014).

Dia lalu menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan lokasi yang disa dijadikan lembah (valley) untuk industri IT ini. Ada tiga opsi yang dijadikan pilihan, seperti Sidoarjo, Gresik, dan Madura. Tidak tertutup kemungkinan Surabaya menjadi pilihan untuk pendirian pabrik. Tetapi Budi menyebut peluangnya tipis karena pembangunan kawasan industri IT ini butuh tempat spesifik.

Sejumlah perusahaan yang hendak masuk ke Jatim meminta ada jaminan keamanan. “Mereka meminta clean, semisal bebas demo, jauh dari industri pada umumnya dan jauh dari pemukiman. Opsi tersebut memungkinkan pemerintah menyediakan lahan di Madura karena arealnya juga masih luas,” sebut Budi.

Pembangunan kawasan industri IT untuk produk ini juga diharapkan menekan impor produk-produk teknologi informasi ini. Data yang dimiliki Disperindag Jatim 2013, hingga Agustus, mencapai USD 1,649 miliar secara nasional. Sedang untuk Jatim saja USD 5,396 juta.

Rincian produk-produk IT yang harus dirakit atau dibangun di Indonesia adalah telepon genggam (HP), komputer genggam, dan tablet. “Masalahnya pertumbuhan penjualan ketiga produk itu mengalami peningkatan tajam,” ungkapnya.

Pada 2011, total unit yang diimpor 45.390.537. Pada 2012, menjadi 53.127.970 atau naik sekitar 17 persen. Tetapi pada 2013 hingga bulan Agustus, tercapai 34.379.699 unit.

Sementara untuk nilai transaksi pada 2011 mencapai USD 2,022 miliar. Kemudian pada 2012, tercapai USD 2,099 miliar atau naik 3 persen. Sementara untuk transaksi 2013 hingga bulan Agustus, tercapai USD1,649 miliar.

“Bila perusahaan IT ini nantinya dikembangkan di Indonesia, nilai tambah dari content local (karakter dalam negeri) bisa terserap. Kita juga bisa memangkas nilai transaksi yang cukup besar selama ini,” pungkas Budi. (bh)