Dongkrak Penjualan UKM, Sediakan Ruang Pamer Elektronik

Dongkrak Penjualan UKM, Sediakan Ruang Pamer Elektronik
Kisworo memberi pelatihan internet marketing di Kaza City, Surabaya, Minggu (28/6/2015). arya wiraraja/enciety.co

Pahlawan Ekonomi adalah salah satu gerakan yang didukung  Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk menumbuhkan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Surabaya. Kegiatan periodik ini sudah berjalan sejak tahun 2010, dan telah menelurkan ribuan pengiat UKM di seluruh penjuru Kota Surabaya.

“Ada sekitar 2.640 pelaku UKM di Kota Surabaya, kurang lebih 25 persen telah mendapatkan omzet puluhan juta tiap bulannya,” terang Kisworo, fasilitator internet marketing Pahlawan Ekonomi kepada enciety.co, di Kaza City, Surabaya, Minggu (28/6/2015).

Ia lalu menjelaskan, dengan kemajuan teknologi berupa internet, website, social media, dan smartphone, pelaku UKM tidak perlu repot untuk memasarkan hasil produksinya.

“Pemasaran itu bisa menggunakan cara konvensional atau cara-cara sederhana, contohnya menawarkan produk dari mulut ke mulut. Namun saat ini kita cukup upload di website, Facebook, Instagram atau Twitter melalui smartphone, pembeli akan datang dengan sendirinya,” papar alumnus ITS ini ini.

Kata dia, untuk meningkatkan jumlah penjualan butuh strategi pemasaran. “Promosi secara kreatif sangat dibutuhkan untuk menjual barang di internet,” tegas dia.

Ia menambahkan, untuk meningkatkan kuantitas penjualan produk UKM di Surabaya, saat ini Pahlawan Ekonomi terus membuat terobosan-terobosan. Salah satunya dengan membuat ruang pamer elektronik di  pahlawanekonomi.com.

Pahlawanekonomi.com adalah website yang dibuat untuk memamerkan hasil produksi UMK di Kota Surabaya. Lebih seratus UKM unggulan yang telah masuk dalam website tersebut,” papar Kisworo.

Ia menegaskan, untuk dapat masuk dalam website itu, UKM tersebut harus dapat menghasilkan produk dalam jumlah besar tiap bulannya. “Kami tidak membeda-bedakan, hanya saja jika sudah masuk dalam website tersebut pelaku UKM harus siap mendapatkan permintaan produksi dengan jumlah dan kualitas bagus,” terang Kisworo.

Lebih lanjut ia berpesan agar dalam pemanfaatan internet sebagai media promosi memiliki kekurangan yang perlu diwaspadai. “Maraknya penipuan di dunia maya mengharuskan kita untuk lebih cermat  dalam menanggapi calon pembeli produk yang kita tawarkan,” jelasnya.

Menurut dia, dibutuhkan komunikasi yang baik dalam pemanfaatan internet sebagai media promosi. “Meskipun internet merupakan media yang memudahkan kita dalam bertransaksi bisnis, namun kita harus tetap waspada jangan sampai kemudahan-kemudahan tersebut dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” pungkas dia. (wh)