Dongkrak Ekspor ke Eropa, Indonesia Gabung CEPA

Dongkrak Ekspor ke Eropa, Indonesia  Gabung CEPA
sumber foto: bisnis

Untuk mendongkrak ekspor, Indonesia ke pasar Uni Eropa, Indonesia segera menandatangi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau Persetujuan Kerja Sama Komprehensif Ekonomi dengan 27 negara Uni Eropa (UE27). Manfaat CEPA sudah dinikmati sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan Vietnam. Ekspor negara-negara itu ke Eropa lebih tinggi dari ekspor Indonesia.

“Potensi ekspor Indonesia ke Eropa sangat besar. Banyak produk kita yang mereka butuhkan. Salah satu kendala adalah posisi yang kita belum mendatangani CEPA dan itu yang sedang kita persiapkan. Belajar dari free trade sebelumnya dengan negara lain, kita ingin agar forum ii benar-benar memberikan keuntungan,” kata Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel.

Pada tahun 2019, ekspor Indonesia ke Eropa ditargetkan mencapai USD 54,1 miliar dengan target utama adalah Belanda USD 11 miliar, Jerman USD 10,7 miliar, Italia USD 8,3 miliar, Spanyol USD 6,2 miliar, dan Inggris USD 5,5 miliar. Pada 2014, ekspor Indonesia ke 27 negara Eropa sebesar USD 16,9 miliar, terdiri atas USD 0,1 miliar ekspor migas dan USD 16,8 miliar ekspor nonmigas.

CEPA mendasarkan perjanjian kerja sama pada liberalisasi dengan memberikan akses pasar, peningkatan kemampuan di bidang perdagangan dan investasi. Dalam akses pasar, CEPA mensyaratkan liberalisasi di bidang perdagangan barang, jasa, dan investasi langsung. Perjanjian kerja sama ini juga mencakup standar produk, perlindungan hak cipta, dan kerja sama keuangan.

Meski CEPA dibutuhkan, kata mendag, pihaknya ingin memastikan posisi Indonesia. Target dan langkah Indonesia untuk mencapai target itu harus jelas. “Itu yang sekarang tengah dilakukan. Namun, seperti yang sudah dilakukan negara-negara ASEAN, kita pun harus masuk,” paparnya.

Produk ekspor Vietnam, Thailand, dan Malaysia, ke Eropa di atas Indonesia karena mereka mendapatkan sejumlah kemudahan setelah menandatangani CEPA. Sebelum menandatangani perjanjian ini, Indonesia ingin memastikan kemudahan yang bakal diperoleh dan kewajiban Indonesia yang harus diberikan kepada negara tujuan ekspor. “Saya optimistis, dalam CEPA, Indonesia akan mendapatkan banyak manfaat,” ujar Rachmat. (bst)