Dolly Masih Buka, Pemprov Jatim Bakal Tambah CCTV

 

Dolly Masih Buka, Pemprov Jatim Bakal Tambah CCTV

Pascadeklarasi penutupan di gedung Islamic Center, Rabu (18/6/2014) lalu, sebagian wisma di lokalisasi Dolly dan Jarak masih nekat beroperasi. Rumah bordil yang masih buka itu, mengundang reaksi masyarakat luas yang berharap Surabaya bersih dari lokalisasi. Tak terkecuali Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf.

Menangani fenomena tersebut, pemerintah provinsi Jatim bekerja sama dengan pemerintah kota Surabaya berencana akan memasang Closed-Circuit Television (CCTV) di sejumlah titik di gang Dolly. “Sebagai langkah pengawasan, nanti kami pasang CCTV,” ujarnya kepada wartawan di acara Independence Day di Konjen AS, Selasa (24/6/2014).

Sebelumnya, Polrestabes Surabaya melalui Polsek Sawahan telah memasang CCTV di kawasan Dolly dan Jarak. Pemasangan 6 titik CCTV tersebut bertujuan untuk mengantisipasi tindakan terorisme. “Selain itu Dolly itu daerah lokalisasi rawan kriminalitas,” kata Kapolsek Sawahan Kompol Manang Soebeti.

Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Saifullah Yusuf melanjutkan, pihaknya telah mengetahui perihal beroperasinya lokalisasi terbesar di Asia Tenggara itu. Meski begitu, pihaknya bersikukuh pada rencana penutupan kawasan esek-esek tersebut. “Kita akan tetap pakai cara persuasive. Harapannya setelah Ramadhan sudah tidak ada lagi,” katanya.

Begitu pula dengan minimnya jumlah para perempuan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari yang mengambil uang bantuan stimulan. Pemprov dan pemkot, lanjutnya, akan bersabar memberikan kesempatan bagi mereka yang masih berhalangan mengambil haknya.

Gus Ipul menambahkan, pihaknya berharap warga yang masih melakukan penolakan kelak mau diajak berdiskusi. “Kami akan perhatikan apa yang menjadi ketidaksetujuan. Kita kan bisa duduk satu meja dan carikan solusinya,” pungkasnya. (wh)