Dolly Ditutup, Pria Ini Move on dengan Usaha Kaus

Dolly Ditutup, Pria Ini Move on dengan Usaha Kaus
Para pelaku UKM memberikan testimoni dalam Acara Road Show Pahlawan Ekonomi 2015, Kecamatan Sawahan, Surabaya, Rabu (12/8/2015). Arya wiraraja/enciety.co

Bukan hanya kalangan perempuan, Road Show Pahlawan Ekonomi 2015 Kecamatan Sawahan Rabu (12/8/2015), juga dimeriahkan para pelaku UKM laki-laki.

Arif, pendiri UKM Indana, salah satunya. Usaha Arif bergerak di bidang sablon dan produksi kaus oblong khas Kota Surabaya. Ia mengaku bergabung dalam program Pahlawan Ekonomi sejak 2013.

“Kala itu saya galau usaha warung kopi saya menjadi sepi karena Bu Risma menutup tempat Dolly (prostitusi yang terkenal terbesar se-Asia Tenggara, red). Saya bingung harus usaha apalagi, karena warung saya ramai karena tamu yang datang di area tersebut,” ungkapnya.

Setelah sekian lama berpikir dan mencoba bidang usaha lain, Arik kemudian menentukan pilihannya pada usaha sablon dan penjualan kaus oblong. “Ternyata setelah move on dari bisnis lama tersebut, saya dapat meraih sukses seperti sekarang ini,” terangnya.

Kini, produk usahanya itu telah dipasarkan di kawasan wisata Gunung Semeru. “Jika teman-teman mendaki Gunung Semeru dan membeli cindera mata berupa kaus oblong, sapu tangan, dan lain-lain, maka itu adalah produk usaha saya,” jelas warga Kelurahan Putat Jaya Itu.

Arif mengaku, pada tahun 2014 yang lalu, dirinya dapat mengumpulkan omzet sebesar Rp 800 juta setahun. Ke depan ia berharap agar rekan-rekannya di Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan dapat mengikuti jejaknya. (wh)