Dolly Ditutup, Peredaran Narkoba Dipersempit

 

Dolly Ditutup, Peredaran Narkoba Dipersempit

Penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak bulan ini patut diapresiasi. Selain melakukan pencegahan meluasnya penyakit HIV/AIDS, penutupan lokalisasi yang konon merupakan yang terbesar se-Asia Tenggara ini juga untuk menutup peredaran narkotika disana.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kemungkinan besar lokalisasi juga dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika.

“Dengan penutupan ini diharapkan peredaran narkotika juga bisa dipersempit,” katanya dalam acara hari anti narkoba di Taman Surya (Balai Kota Surabaya), Sabtu (28/6/2014).

Menurut dia, anak muda sekarang perlu dilihat pergaulannya. Karena merekalah yang begitu mudah terpengaruh untuk melakukan perbuatan yang dilarang agama dan negara tersebut.

“Hampir rata-rata anak muda mudah terjebak rayuan narkoba dan seks bebas,” ungkap Risma usai membubuhkan tanda tangan di atas kain sepanjang 721 meter.

Sebelumnya, Kepala BNN kota Surabaya Deborah Jihartin mengungkapkan bulan Januari hingga Mei ditemukan 41 siswa positif menggunakan sabu-sabu. “Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Deborah. (wh)