Dolar Terus Menguat, Industri Ban Megap Megap

gajah-tunggal-akan-pasok-ban-untuk-proton_big__20110908001854_file_vino_cms

Apresiasi dolar Amerika Serikat (AS) semakin membuat para pengusaha ban tertekan. Apalagi Pasalnya,  industri ban  masih mengandalkan dolar AS, lantaran suplai bahan bakunya diperoleh dari impor.

Ketua Asosiasi Pengusaha Ban Indonesia Aziz Pane menyatakan, industri ban sudah berada di ujung tanduk akibat nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang semakin lesu. “Sudah di ujung tanduk. Penjualan dalam negeri anjlok, artinya aktivitas kegiatan tidak seperti sebelumnya,” ujar Aziz, di Jakarta.

Dia menjelaskan, industri sudah berada di ujung tanduk karena komponen impor untuk memproduksi ban terbilang cukup besar. “Komponen lokal 15 persen, yang lain kita impor. Karena itu dengan USD naik, walaupun banyak ekspor, banyak impor juga, artinya bisnis bisa anjlok,” ucapnya.

Walaupun demikian, Aziz yakin, industri pendukung kendaraan bermotor ini akan tetap bertahan bahkan di tengah krisis hebat yang pernah terjadi sebelumnya. “Pada krisis 1998, lolos semua, jangan takut. Memang saat ini permintaan untuk mendukung sektor pertanian dan pertambangan sedang menurun,” ungkapnya. (oke)