Dolar Menguat, Setoran Dividen BUMN Sulit Tercapai

rini soemarno

Menurunnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berimbas pada setoran  perusahaan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Mengingat perusahaan yang melakukan operasional menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, target laba BUMN 2015 yang akan menjadi dasar perhitungan dividen di APBN 2016 sebesar Rp165,405 triliun diprediksi tidak bakal tercapai. Di tengah penguatan dolar AS yang berdampak signifikan bagi operasional perusahaan. “Terutama dengan berapa perusahaan yang mempunyai pinjaman dalam bentuk dolar AS, yang tidak ada lindung nilainya otomatis kerugiannya lebih tinggi,” tutur Rini.

Menurut Rini, dengan penguatan dolar AS terhadap mata uang Rupiah semakin memperburuk pendapatan perusahaan. Sehingga, diharapkan BUMN untuk melakukan lindung nilai (hedging) hingga buyback guna mengantisipasi kerugian yang semakin parah. “Tapi ada juga seperti pertamina dengan harga minyak yang juga turun, dan memang juga ada pinjaman dalam dolar AS jadi pendapatannya juga turun,” tambahnya. (oke)