Dolar Melemah Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia

Harga Minyak Melorot ke Titik Terendah

Harga minyak mentah berjangka berakhir menguat setelah mengalami pergerakan yang volatile dan berakhir di atas USD50 per barel. Kenaikan tersebut dipicu oleh melemahnya dolar Amerika Serikat (AS). Dilansir dari Reuters, Rabu (22/7/2015), nilai tukar dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya akibat aksi ambil untung (profit taking) ringan dan karena euro rebound.

Penguatan dolar AS membawa untung lebih bagi investor non-AS untuk menjual aset dalam mata uang dolar dan melemahnya greenback membuat harga  minyak lebih murah bagi konsumen yang menggunakan mata uang lainnya.

Harga minyak mentah AS untuk pengiriman Agustus tercatat naik USD21 sen menjadi USD50,36 per barel, setelah tergelincir ke USD49,77 per barel. Minyak mentah AS pengiriman September menetap di USD50,86 per barel, atau naik 42 sen.

Harga minyak jenis Brent untuk pengiriman September naik USD39 sen menjadi USS57,04 per barel. Stok bensin AS diperkirakan naik 900.000 barel pekan lalu, menurut analis yang disurvei oleh Reuters menjelang laporan persediaan mingguan. Stok minyak mentah diprediksi akan jatuh 2,3 juta barel. (oke)