Dokumen Panama Papers Akhirnya Dibuka

Dokumen Panama Papers Akhirnya Dibuka

Konsorsium Jurnalis Investigatif Internasional (ICIJ) hari ini mengeluarkan database Panama Papers yang berisikan 214.000 perusahaan offshoredi 12 yurisdiksi, dari Nevada hingga Hong Kong dan Kepulauan British Virgin.

Panama Papers berisikan sekitar 11,5 juta dokumen laporan keuangan, paspor dan korespondensi selama 40 tahun lebih dengan 214.000 perusahaan offshore di 200 lebih negara. Data ini diambil dari firma hukum di Panama bernama Mossack Fonseca.

Perusahaan offshore adalah perusahaan “cangkang” yang didirikan untuk menghindari pajak di negaranya masing-masing. Perusahaan-perusahaan ini juga terkadang digunakan untuk mencuci uang. Sebagian besar perusahaan ini berasal dari Tiongkok dan Rusia. “ICIJ mempublikasikan data ini demi kepentingan publik,” tulis ICIJ dalam situsnya.

Pembaca bisa mengakses database ini di https://offshoreleaks.icij.org/#_ga=1.106196803.1948257389.1459769997.

ICIJ tidak mempublikasikan informasi pribadi, rekening bank, pertukaran email, dan transaksi finansial. Namun, informasi lain terkait pemilik perusahaan dan hubungan mereka dengan perusahaan offshore disebutkan dalam database ini.

ICIJ juga menyertakan disclaimer bahwa nama yang mereka publikasikan dalam dokumen ini belum tentu bersalah dalam melakukan penggelapan pajak atau pencucian uang karena di beberapa negara, mendirikan perusahaan offshore adalah hal yang legal.

Dalam dokumen Panama Papers, ada 140 nama politisi termasuk 12 pemimpin dan mantan pemimpin dunia yang terlibat dalam praktik penghindaran pajak atau pencucian uang. Terdapat juga 33 perusahaan yang masuk daftar hitam pemerintah AS karena terlibat kartel narkoba dan jaringan teroris.

Nama Presiden Ukrania Petro Poroshenko, mantan PM Irak Ayad Allawi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Raja Salman dari Arab Saudi masuk ke dalam daftar Panama Papers. Putin sendiri disebut melakukan pencucian uang hingga US$ 2 miliar.

Nama pejabat-pejabat FIFA, hingga megabintang sepak bola Lionel Messi, dan aktor Jackie Chan juga disebut menggunakan perusahaan “cangkang” untuk menghindari pajak atau melakukan pencucian uang.

Nama kandidat calon Presiden AS dari Partai Republikan Donald Trump juga muncul beberapa kali dalam dokumen tersebut.

Buntut dari tereksposnya dokumen Panama Papers antara lain adalah mundurnya Perdana Menteri Islandia, penangkapan lima orang di Uruguay terkait pencucian uang kartel narkoba Meksiko, mundurnya Menteri Perindustrian Spanyol Jose Manuel Soria, dan “kaburnya” PM Pakistan Nawaz Sharif. Sharif pergi berobat ke London setelah dokumen menunjukkan anak-anaknya telah membeli rumah mewah di London melalui perusahaan cangkang. (icij)