Divonis 8 Tahun, Anas Minta Hakim dan Jaksa Sumpah Kutukan

Divonis 8 Tahun, Anas Minta Hakim dan Jaksa Sumpah Kutukan

Anas Urbaningrum meminta majelis hakim dan JPU, melakukan mubahalah. Yaitu sumpah kutukan, terhadap vonis delapan tahun dirinya. “JPU dan juga majelis hakim yang mulai melakukan mubahalah. yaitu sumpah kutukan,” kata Anas, dihadapan majelis hakim, setelah pembacaan vonis di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (24/9/2014).

Permintaan ini, setelah Anas meminta izin kepada majelis hakim yang diketuai Hakim Haswandi, untuk berbicara. Anas menyampaikan masih mikir-mikir untuk banding atau tidak. Anas tetap berkeyakinan, dirinya tidak bersalah. Dia menolak vonis 8 tahun itu. Menurut dia, putusan itu tidak berdasarkan fakta persidangan.

“Mohon izin saya meyakini substansi tentang pembelaan saya sebagai terdakwa, tentu penuntu umum juga punya keyakinan di dalam menulis dan menyampaikan dakwaan dan tuntutan,” katanya.

Dengan sumpah ini, dia berharap bahwa ada yang mendapat kutukan dari kebohongan ini. “siapa yg salah, itulah yg sanggup menerima kutukan,” katanya. Permintaan ini tidak lazim. Hakim dan JPU tidak menanggapi permintaan Anas ini.

Selain  menjatuhkan hukuman penjara, Majelis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  juga menghukum Anas untuk membayar ganti rugi sebanyak Rp 47 miliar. Hanya saja, Hakim   menolak tuntutan jaksa untuk mencabut hak politik Anas Urbaningrum.

Sebelumnya, Jaksa KPK menuntut Anas hukuman 15 tahun penjara dan mencabut hak politiknya. (inl/ram)