Ditengarai Ada Kecurangan, Disperindag Sidak SPBU

Ditengarai Ada Kecurangan, Disperindag Sidak SPBU

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Surabaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), Jumat (14/3/2014). Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Surabaya M Sulton mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan ketepatan alat ukur yang dimiliki oleh masing-masing SPBU.

Sulton mengakui, latar belakang sidak itu karena adanya keluhan dari masyarakat. “Masyarakat mengeluhkan alat pengukur pada SPBU di Surabaya banyak yang tidak tepat, sehingga merugikan konsumen. Makanya perlu dilakukan pengecekan ulang,” ujarnya.

SPBU yang menjadi sasaran sidak antara lain jalan Dharmahusada dan SPBU 50.60182 yang berada di Jalan Manyar Sabrangan.

Ia menambahkan, petugas dari Disperindag tidak menemukan adanya alat ukur SPBU yang bermasalah. Sehingga, potensi bagi SPBU untuk melakukan kecurangan sangat kecil.

Ketidaktepatan alat ukur hanya ditemukan petugas saat berada di SPBU jalan Dharma Husada. Di SPBU yang berseberangan dengan SMK Negeri 5 itu, petugas menemukan perbedaan selisih pada alat yang digunakan oleh SPBU dengan bejana ukur standar milik Disperindag.

Namun Sulton menyatakan, hal itu tidak menjadi masalah serius. “Selisihnya dengan alat hanya minus 10 milimeter,” ujarnya. Batas margin yang diterapkan adalah 100 milimeter.

Ketika berada di SPBU 50.60182 Jalan Manyar Sabrangan, petugas justru menemukan alat ukur SPBU memiliki kelebihan 10 milimeter. Mendapatkan temuan semacam itu, kembali Sulton tidak mempermasalahkannya.

Itu dianggap justru merugikan pengusaha sendiri. Karena pihak SPBU-lah yang memasang sendiri. “Ya tidak masalah. Tidak merugikan konsumen,” imbuhnya.(wh)