Ditemukan Benda Bergerak, Petunjuk MH370 Menguat

Ditemukan Benda Bergerak, Petunjuk MH370 Menguat

 

Petunjuk pesawat MH370 milik Malaysia Airlines di Samudra Hindia menguat. Hal itu setelah satelit Perancis juga menangkap objek diduga bagian dari MH370 di sana. Selain itu, palet kayu dan sabuk pengaman pun terlihat.

Menteri Pertahanan Pejabat Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengungkapkan tertangkapnya obyek oleh satelit Perancis diduga bagian dari MH370 di Samudra Hindia atau koridor selatan pencarian, Minggu (23/3). Selain informasi temuan itu, Hishammuddin tak memberikan informasi lain, seperti kapan gambar satelit diambil dan ukuran objek tersebut.

Menurut pejabat di Malaysia yang meminta namanya dirahasiakan, satelit Perancis menangkap objek itu pada Jumat (21/3/2014) dan berada sekitar 930 kilometer sebelah utara dari posisi objek yang ditangkap oleh satelit Australia dan China sebelumnya.

Satelit Australia pertama menangkap objek diduga MH370 pada 16 Maret 2014. Selang dua hari, satelit China juga menangkap objek diduga MH370, sekitar 120 kilometer dari posisi objek yang ditangkap satelit Australia. Obyek itu berada sekitar 2.500 kilometer barat daya Perth, Australia.

Berdasarkan gambar satelit Australia, ada dua obyek yang tertangkap, berukuran panjang 24 meter dan 5 meter. Adapun objek yang ditangkap satelit China berukuran 22,5 meter x 13 meter dan banyak objek berukuran lebih kecil di sekitarnya.

Namun, karena gambar satelit kabur, belum bisa dipastikan apakah objek yang ditangkap oleh satelit Perancis, China, dan Australia tersebut merupakan objek yang sama atau berlainan.

Diduga sabuk pengaman

Selain temuan baru oleh satelit Perancis, Ketua Otoritas Keselamatan Maritim Australia Mike Barton mengatakan, pesawat sipil yang terlibat dalam pencarian melihat palet kayu terapung di area pencarian di selatan Samudra Hindia. Palet itu dikelilingi obyek lainnya yang diduga sabuk pengaman.

Namun, awak pesawat sipil itu tidak bisa memotret barang-barang tersebut. Saat pesawat Orion P3 milik Selandia Baru diterbangkan ke lokasi untuk mengambil gambar, objek-objek itu sudah tidak ada di sana.

Namun, Barton tidak mau terburu-buru menyimpulkan bahwa barang-barang yang dilihat itu bagian dari MH370 sebelum barang-barang itu ditemukan.

Pencarian besar-besaran yang melibatkan banyak negara dilakukan di bagian selatan Samudra Hindia untuk mencari obyek yang ditangkap satelit ataupun obyek yang dilihat awak pesawat sipil yang ikut dalam pencarian.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott mengatakan, harapan dalam pencarian MH370, yang di dalamnya terdapat 239 orang, menguat setelah tangkapan gambar satelit dan benda yang dilihat awak pesawat pencari.

”Memang masih terlalu dini memastikan semua obyek itu terkait MH370. Namun, yang jelas, kita sekarang memiliki sejumlah petunjuk kredibel dan ada peningkatan harapan bahwa kita mungkin sudah di jalur untuk menemukan yang terjadi pada pesawat yang bernasib buruk itu,” kata dia.

Dikutip dari laman kantor berita News, pengamat penerbangan Neil Hansford menilai, besar kemungkinan obyek yang ditangkap satelit itu merupakan bagian dari MH370. Pengamat penerbangan lainnya mengatakan, petunjuk yang ada itu merupakan petunjuk terbaik sejak pencarian MH370 dimulai 8 Maret lalu.

Menurut ahli oseanografi Erik Van Sebille dari Universitas New South Wales, Australia, arus laut di tempat obyek itu bergerak 1 meter per detik, bahkan bisa lebih cepat. Karena itu, arus bisa menggerakkan obyek sekitar 86,5 kilometer per hari. Ini membuat tidak mudah bagi pesawat atau kapal pencari untuk mencapainya. (via/kps/bh)