Ditekan Australia, Eksekusi Terpidana Mati Narkoba Ditunda

bali nine

Kabar bagus bagi dua terpidana mati asal Australia; Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Kejaksaan Agung akhirnya menunda eksekusi hukuman mati pada dua terpidana mati narkoba ini. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Tony Spontana mengatakan pelaksanaan eksekusi mati dua terpidana itu ditunda.
Menurut Tony, karena beberapa hal, pemindahan terpidana mati ke Lapas Nusakambangan untuk isolasi dan eksekusi gelombang kedua ditunda. Salah satu alasannya adalah bentuk respons terhadap Pemerintah Australia, terutama keluarga dari dua terpidana mati anggota Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, yang meminta waktu lebih untuk bertemu.
Oleh karena itu, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran saat ini masih berada di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali menunggu dipindahkan ke LP Nusakambangan.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia, Julia Bishop langsung menghubungi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas penundaan eksekusi mati ini. “Menlu Australia langsung menelepon Bapak pada Kamis (19/2) siang untuk menyampaikan terima kasih karena menunda eksekusi mati,” kata Juru Bicara JK, Husain Abdullah di Jakarta.
Kemudian, lanjut Husain, kepada Bishop, JK menjelaskan bahwa penundaan eksekusi mati dua WN Australia dikarenakan ada masalah teknis. “Pak JK menyampaikan Pemerintah Indonesia menunda eksekusi mati, tiga minggu sampai satu bulan karena ada aspek teknis,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam pembicaraan tersebut, JK mengatakan selaku Wapres akan menyampaikan pesannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain ucapan terima kasih, Bishop juga menyampaikan kesiapan Australia mendukung perang narkotika yang digalakkan oleh Pemerintah Indonesia. Husain mengatakan, ajakan kerja sama perangi narkotika tersebut disambut baik oleh JK. “Wapres menyampaikan kesediaan dan kesiapan untuk meningkatkan kerja sama di kawasan untuk mengurangi peredaran narkotika,” ungkap Husain. (bst)