Disuplai Modal Rp 54 Miliar, KBS Tak Lagi Defisit

 

Disuplai Modal Rp 54 Miliar, KBS Tak Lagi Defisit

Setelah disuplai modal dari Pemkot Surabaya, Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) tidak lagi defisit. Pendapatan yang sebelumnya dirasa kurang untuk biaya pengelolahan KBS sekarang mulai tercukupi.

Kepala Humas PDTS KBSAgus Supangat mengakui, dalam enam bulan terakhir pihaknya terus merugi. Namun setelah diterbitkannya izin Lembaga Konservasi (LK) oleh Kementerian Kehutanan, sepenuhnya pengelolahan menjadi hak dan kewajiban Pemkot Surabaya.

“Apalagi Perda Perubahan tentang PDTS KBS juga sudah rampung. Yang intinya PDTS KBS sebagai perusahaan edukatif yang tidak mengejar keuntungan. Serta pengelola KBS tidak memikirkan pendapatan, karena Pemkot menyuplai dana sebesar Rp 54 miliar,” katanya.

Dana suplai tersebut, menurut Agus diberikan oleh Pemkot Surabaya secara bertahap. “Pada akhir 2013 kami menerima Rp 5,6 miliar. Sedangkan tahun ini kami menerima Rp 10 miliar,” akunya.

Dari Rp 10 miliar yang cair tersebut, menurut Agus Rp 2 miliar digunakan untuk perbaikan kandang dan melakukan pembangunan water treatment di KBS. “Sisanya Rp miliar kami simpan dulu,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keungan dan SDM PDTS KBSFuad Hasan menjelaskan, dana Rp 54 miliar digunakan sebagai modal PDTS KBS. Sedangkan untuk mpendapatan pihaknya terus menggenjot program kerjasama dengan perusahaan yang tidak mengikat.

“Kami membuka peluang kepada perusahaan-perusahaan yang siap untuk membantu. Bahkan pada September mendatang ada sejumlah Bank nasional telah siap membantu,” katanya.

Menurut Fuad semua kerjasama antara PDTS KBS dengan perusahaan digunakan sebagai sumber pendapatan yang digunakan untuk mensubsidi biaya tiket masuk. “Kalau standar masuk wisata kan Rp 25 ribu. Kami subsidi dengan tetap Rp 15 ribu saja,” katanya.

Sementara ini, beberapa perusahaan seperti Bank Mandiri, Bank Jatim telah dijajaki oleh PDTS KBS untuk diajak kerja sama lagi. “Ada juga galaksi mall yang bersedia memperbaiki kandang. Lalu Bank Mandiri memberikan kran air minum, dan pengecatan,” tambahnya.

Fuad menambahkan, terdapat perusahaan seperti Telkomsel yang menawarkan kerjasama dengan cara mengikat. “Kerjasamanya mereka nanti di setiap Sabtu dan Minggu menyelenggarakan event di KBS. Jadi tidak masalah dan tidak melanggar Perda,” ujarnya. (wh)