Distribusi Motor di Jatim Akibat Jembatan Comal Ambles

Distribusi Motor di Jatim Akibat Jembatan Comal Ambles

Sejumlah diler kendaraan bermotor di Jatim mengalami gangguan distribusi dari Jakarta. Penyebabnya, amblesnya Jembatan Comal yang menyebabkan arus lalu lintas kendaraan berat dialihkan ke jalur selatan.

Seperti PT Sejahtera Buana Trada, diler Suzuki di Jawa Timur mengakui dampak dari amblesnya jembatan Comal menyebabkan pengiriman terhambat. Biasanya pengiriman dilakukan dalam satu hingga dua hari, kali ini molor antara lima hingga enam hari.

“Otomotis kita bayar dengan extra cost, karena tingkat kesulitan medan dan jarak tempuh yang lebih panjang,” ungkap Area Manager PT Sejahtera Buana Trada, Bellyanto Tanoyo. Pihaknya tidak mau konsume menunggu terlalu lama akibat pengiriman yang tersendat.

Tambahan biaya ini tidak lepas dari medan yang dilalui di jalur selatan lebih sulit dibanding lintas utara. Banyak kendaraan berat dengan muatan full, kesulitan berakselerasi. Bahkan untuk angkutan kendaraan, truck-truck besar harus melakukan transfer.

Meski memiliki extra cost, pihak Suzuki tidak membebankan kepada konsumen. “Ini konsekuensi yang harus kita tanggung. Salah satu upaya untuk memercepat pengiriman, kami memajukan jadwal agar lebih cepat,” lanjutnya.

Pihak Sejahtera Buana Trada berencana menggunakan kapal sebagai sarata distribusi barang sebagai pengganti transportasi. Belly mengaku, biaya pengiriman jauh lebih besar, karena masalah administrasi dan belum memiliki koneksi dengan pihak ekspedisi.

Kondisi serupa dirasakan CEO Izusu Astra Motor Indonesia, Supranoto kemarin petang. Dia mengakui banyak terbantu, karena hampoir semua diler mengalami masalah serupa.

“Saya rasa, semua merek terpengaruh dengan kondisi seperti ini. Jadi, kerugian waktu yang kita miliki, juga dirasakan kompetitor,” ungkapnya.

Senada dengan Suzuki, pihak Izusu juga menolak menyebutkan tambahan biaya untuk pengiriman barang melalui jalur selatan. Terpenting adalah, service kami kepada pelanggan tetap berjalan. Soal berapa nilai yang harus kami keluarkan, itu tidak terlalu penting, karena pelayanan harus kita optimalkan,” tutupnya. (wh)