Disperindag Jatim Nilai Kenaikan Barang Masih Wajar

 

Disperindag Jatim Nilai Kenaikan Barang Masih Wajar

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim Budi Setiawan menegaskan sejumlah kebutuhan utama seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu lonjakannya berkisar 5 persen dari harga normal. Pun dengan kebutuhan lainnya kenaikannya masih dibawah 10 persen.

”Kenaikan harga hingga awal Juni ini masih dalam batas wajar. Kalaupun ada kenaikan masih berkisar antara 5 hingga 10 persen,” ujar Budi Setiawan, Selasa (3/6/2014).

Dia mengungkapkan, kenaikan harga sejumlah komoditi menjelang bulan puasa masih dalam batas kewajaran. Disperindag Jatim memprediksi kenaikan akan terjadi tujuh hari menjelang bulan puasa hingga Lebaran nanti.

Sejumlah komoditi yang mengalami kenaikan adalah telur ayam ras, daing ayam ras, daging sapi, bawang merah, dan bawaing putih. Sebaliknya cabe merah dan cabe keriting mengalami penurunan harga lantaran kelebihan produksi.

Budi menjelaskan, pihaknya sudah memiliki antisipasi bila terjadi lonjakan harga menjelang puasa hingga lebaran nanti. Salah satunya melakukan koordinasi mulai dari petani, tengkulak, hingga industri.

”Kita sudah koordinasi dengan kelompok pangan, kelompok industri pangan dan olahan untuk menyeiapkan kebutuhan pokok hingga Lebaran nanti. Hasil pantauan, kemungkinan stok kebutuhan masih 50 persen,” terangnya.

Disperindag juga menyiapkan operasi pasar guna menekan laju inflasi pada bulan puasa hingga lebaran nanti. Pada momen ini, disperindag maupun Pemprov Jatim tidak bisa mengerem lonjakan barang jelang tiga event, yaitu puasa, Lebaran, Natal dan akhir tahun.

”Sifatnya mengontrol. Kalau harga jatuh, kita dimahari petani. Sebaliknya bila harga terlalu mahal, kita diteriaki konsumen. Jadi, harga harus stabil kalaupun naik atau turun, harus ada kontrol agar tidak terlalu jauh,” urai Budi. (wh)