Disperindag Jatim Gaet Transaksi Lelang Agribis Rp 20,785 M

Disperindag Jatim Gaet Transaksi Lelang Agribis Rp 20,785 M

 

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim menggaet transaksi Rp 20,785 miliar melalui lelang agribis. Dimana transaksi terbesar dari lelang berasal dari sapi potong yang mencapai Rp 8,640 miliar atau sekitar 41,75 persen.

Dimana transaksi sapi potong jenis Brahma menggeser transaksi makanan pokok seperti beras dan komoditi lainnya. Sementara harga daging eceran di pasar-pasar tradisional di Jatim kini cukup tinggi rata-rata sekitar Rp 91.000-92.000 per kilogram.

“Transaksi sapi potong yang paling besar, karena Jawa Timur merupakan salah satu penghasil sapi potong terbesar di Indonesia,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Budi Setiawan.

Dia menambahkan bila sapi dari Jatim untuk kebutuhan sendiri dan dijual kedaerah lain di Indonesia. Dari total transaksi sebesar Rp20,785 miliar juga diperoleh dari transaksi beras dengan volume 690 ton. Harga beras bervariasi dari yang terendah Rp 6 200/kg, hingga tertingi Rp9 800/kg. Sementara total penjualan komoditi ini mencapai Rp 6,081 miliar atau 29,26 persen dari transaksi.

Sementara panitia lelang agribis, Agus Budiprasetyo, menyebutkan peserta lelang dihadiri banyak pedagang dan pembeli dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti Bandung, Jakarta, Semarang dan Indonesia Timur.

Para pedagang dari daerah tersebut banyak yang mencari sembako, sayur, buah dan makanan pokok. Komoditi yang ditawarkan pada lelang agribis ini cukup beragam  seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.

Sapi potong, buah sayur dan makanan pokok beras cukup banyak diminati para pembeli dari Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya sendiri. “Pada setiap lelang pedagang-pedagang dari kota-kota tersebut selalu memborong berbagai komoditi seperti beras, sapi potong, buah dan sayur-mayur,” kata Agus Budiprasetyo.

Dan dari dari data yang ada, cabe jamu dan cabe merah besar keriting volume 22 ton dengan harga cabe jamu Rp100.000/kg dan cabe merah keriting Rp16.000/kg, dengan total transaksi Rp2,032 miliar. Sementara gula pasir lokal dengan volume 100 ton harga Rp9 500/kg total Rp950 juta, jagung hibrida volume 250 ton harga Rp2 800/kg total transaksi Rp700 juta.

Kemudian jeruk pamelo volume 15.000 buah harga Rp7 500/buah total transaksi Rp112 juta, katul volume 20 ton harga Rp2 200/kg total Rp44 juta, kopi robusta volume 35 ton harga Rp22 000/kg total Rp777 juta dan lada putih volume 15 ton harga Rp90.000/kg total Rp1,350 miliar. (wh)