Disperdagin Surabaya segara Panggil 508 Pengelola Minimarket Ilegal

Disperdagin Surabaya segara Panggil 508 Pengelola Minimarket Ilegal
Salah satu dari ratusan minimarket yang menjamur di Surabaya, Jumat (6/3/2015).

Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk benar-benar menyegel sedikitnya 508 minimarket tak berizin yang tersebar di seluruh Surabaya semakin serius. Bahkan, dalam waktu dekat, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Surabaya bakal memanggil seluruh pengelolah minimarket yang tidak memiliki berbagai perizinan tersebut.

Kepada enciety.co, Kepala Disperdagin Surabaya Widodo Suryantoro menjelaskan bahwa upaya Pemkot Surabaya untuk segera menertibkan minimarket yang melanggar aturan tetap berlanjut. Langkah ini ditempuh untuk menegakkan Perda Nomor 1 Tahun 2004 tentang izin gangguan atau HO (hinder ordonantie).

“Untuk perizinan HO ini saat ini sedang kita galakkan dan sebenarnya bukan hanya untuk minimarket yang tidak mempunyai izin saja. Melainkan berbagai jenis usaha seperti tempat hiburan dan lain sebagainya,” akunya, Jumat (6/3/2015).

Namun karena saat ini opini publik sedang mengarah ke permasalahan perizinan minimarket untuk itu Disperdagin dengan berbagai SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) terkait akan melakukan evaluasi mendalam terkait temuan 508 minimarket yang dianggap illegal tersebut. Setalah kajian tersebut selasai, Widodo mengatakan akan memanggil para pemilik outlet minimarket.

“Jadi, nanti kami akan panggil seluruh pengelolanya. Kami tidak memanggil pengusaha pusatnya, tapi para pengelola di masing-masing outlet. Kami akan sampaikan dulu tentang permasalahan dan pelanggaran yang dilakukannya,” tambahnya.

Namun Widodo belum bisa memastikan, kapan para pengelola outlet tersebut akan dipanggil untuk dimintai keterangan. “Waktunya belum bisa kami tentukan karena kami sekarang sedang evaluasi dengan berbagai SKPD terkait untuk perumusan permasalahan ini,” tegasnya. (wh)