Dispendukcapil Surabaya Mutakhirkan Data Penduduk

Dispendukcapil Surabaya Mutakhirkan Data Penduduk
Kepala Dispendukcapil Surabaya Suharto Wardoyo.

Menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Surabaya pada Desember mendatang, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya mulai melakukan pemutakhiran data pemilih Surabaya.

Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya Suharto Wardoyo mengungkapkam sampai saat ini jumlah pemilih di Surabaya mencapai 2.183.258 jiwa.

Jumlah ini, kata Suharto, bisa saja berubah mengingat banyaknya jumlah pemilih pemula di Kota Surabaya. Namun sayangnya saat ditanya berapa jumlah pemilih pemula di Surabaya, Suharto belum bisa memprediksikan itu.

“Sesuai dari perekaman elektronik (E-KTP) jumlah pemilih Pilwali Surabaya itu mencapai 2,1 juta jiwa. Itu terdiri dari 1.068.046 pemilih laki-laki dan 1.115.212 pemilih perempuan,” bebernya kepada wartawan, Selasa (17/3/2015).

Jumlah tersebut diperolehnya dari pemutakhiran data pada bulan Februari lalu. Karena penduduk Surabaya yang sangat statis, maka diperkirakan jumlah ini akan sewaktu-waktu bisa bertambah dan berkurang. “Apalagi sekarang ini kami juga sedang melakukan pemutakhiran pemilih pemula untuk memiliki E-KTP,” imbuhnya.

Karena itu pihaknya mengimbau kepada pelajar atau remaja di usia 17 tahun agar segera mengurus E-KTP di masing-masing kecamatan. Selain itu untuk remaja di usia 16 tahun juga dihimbau agar segera melakukan perekaman E-KTP. “Meski belum cukup usia, tapi sementara perekaman bisa dilakukan untuk back-up data,” tambahnya.

Data ini kata Suharto nantinya akan digunakan oleh KPU sebagai tolok ukur untuk menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilih dalam Pilwali Kota Surabaya. “Nanti kita beri data di bulan Februari, tapi kalau KPU Surabaya meminta data pada bulan April akan kami berikan,” jlentrehnya.

Suharto juga menjelaskan, selain dari Dispendukcapil Kota Surabaya, KPU Kota Surabaya, BPK, dan Panitia Pemungutan Suara masing-masing kecamatan dan keluarahan juga akan melakukan pemutakhiran data. “Jadi nanti kalau misalnya ditemukan orang Surabaya tapi tidak tinggal di situ lagi maka tidak akan dicantumkan lagi ke DPT,” paparnya.

Selama ini Pemkot Surabaya diakui oleh Suharto telah menggunakan data E-KTP. Seperti yang dilakukannya pada Pilpres dan Pileg 2014 lalu. Terlebih kata Suharto, KTP non elektronik sudah tidak berlaku lagi sejak 31 Desember tahun lalu.

“Karena itu, untuk menyukseskan Pilwali 2015 ini saya menghimbau kepada remaja 17 tahun atau pemilih pemula wajib mendapatkan E-KTP. Jika nanti tidak mendapatkan kartu suara maka warga berhak memilih dengan menunjukkan E-KTP ke petugas pemungutan suara,” katanya. (wh)