Disnakertranduk Jatim Mulai Susun Besaran UMK Bulan Ini

 

Disnakertranduk Jatim Mulai Susun Besaran UMK Bulan Ini

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan kependudukan (Disnakertransduk) Jatim akan melakukan proses penyusunan besaran Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) pada Oktober 2014. Penetapan itu nantinya bisa dijadikan acuan penetapan UMK tahun-tahun berikutnya.

Kepala Disnakertransduk Jatim Edi Purwinarto menegaskan hal itu, di Surabaya, Senin (6/10/2014). “Jatim akan merumuskan proses penyusunan besaran dengan acuan khusus, maka besaran UMK akan terukur sehingga iklim investasi tidak terganggu dengan adanya kenaikan upah yang tak terkendali,” ujarnya.

Kata dia, tiap tahun upah memang harus naik. Patokan penyusunan UMK sebenarnya sudah ada yaitu harus sesuai dengan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenakertrans) Nomor 13 tahun 2012 tentang 60 komponen standar hidup layak (KHL).

Di Jatim, patokan ini juga telah dimodifikasi dengan keluarnya Surat Edaran Gubernur Jawa Timur bernomor 560/20059/031/2014 yang isinya mengubah tiga poin survei yaitu yang awalnya sewa kamar kos, saat ini diubah menjadi kontrak rumah sederhana, kemudian harga listrik saat ini dipatok Rp 120 ribu dan tambahan transportasi PP.

Awalnya, terang Edy, dalam Permenakertrans itu memang hanya ada sewa kamar kos, sedangkan patokan listrik awalnya hanya Rp 28 ribu dan transportasi tidak jelas disebutkan dan belum mengakomodir transportasi PP dari rumah buruh ke pabrik.

Selain mengubah tiga poin itu, papar Edi, G=gubernur Jatim juga telah minta penetapan UMK adalah KHL ditambah Inflasi ditambah lagi pertumbuhan ekonomi.

“Untuk inflasi besarannya harus memperhitungkan asumsi perhitungan RAPBN, sementara pertumbuhan ekonomi maksimal adalah pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota masing-masing,” ujar Edy seperti dilansir di laman kominfo.jatimprov.go.id.

Meski begitu, katanya, besaran UMK biasanya tetap tidak bisa diprediksi. “Padahal dunia usaha itu membutuhkan kepastian,” ujarnya.

Sementara itu, terkait penyusunan UMK, Pemprov Jatim juga telah menerbitkan jadwal penyusunan yaitu pada tanggal 14 Oktober mendatang usulan UMK sudah harus masuk ke Dewan Pengupahan Provinsi. UMK sendiri akan ditetapkan maksimal adalah tanggal 21 November 2014 mendatang. (wh)