Disnak Jatim Bakal Gelar Bazar Hewan Kurban

 

Disnak Jatim Bakal Gelar Bazar Hewan Kurban

Dinas Peternakan (Disnak) Provinsi Jawa Timur akan menggelar bazar hewan kurban. Agenda yang telah dilaksanakan sejak setahun yang lalu ini diharapkan mampu membantu masyarakat untuk mendapatkan hewan kurban yang bagus dengan harga yang wajar. Tahun ini, bazar mulai digelar pada tanggal 1 September hingga 7 September 2014 di kantor Dinas Peternakan Jatim. 

“Sejak tahun lalu, kami telah melaksanakan agenda ini. Dan animo masyarakat cukup bagus karena hewan yang dijual disini telah dilengkapi dengan sertifikat kesehatan. Selain itu, disini kami juga menyediakan timbangan sehingga konsumen yang membeli bisa memperkirakan berapa harga kambing atau sapi dengan bobot yang dimiliki,” ujar Kepala Disnak Jatim, Maskur di Surabaya, Senin (29/9/2014).

Sertifikat kesehatan hewan sangat penting mengingat salah satu persyaratan hewan kurban adalah harus sehat dan tidak ciri. Selain itu, persyaratan lainnya yaitu hewan harus sudah dewasa atau dengan kata lain “poel”. Untuk itu, pembeli harus jeli memilih. “Kalau disini, kami jamin semua persyaratan sudah terpenuhi, mulai dari kesehatannya, tidak sakit ataupun cacat, semuanya terjamin,” tegasnya.

Untuk merealisasikannya, Disnak Jatim bekerjasama dengan peternak binaan Disnak kabupaten kota yang menjadi sentra peternakan sapi dan kerbau, seperti Tuban, Magetan, Kediri, Lamongan, Malang dan lain sebagainya. Dalam setiap harinya, ada sekitar 100 hingga 200 hewan kurban baik sapi maupun kambing yang bisa dipilih dan dibeli masyarakat. Jika stok menipis, peternak akan kembali mendatangkan hewan ternak mereka dari kota asal. 

“Kalau tahun lalu, selama bazar 7 hari sekitar 300 ekor sapi dan 400 ekor kambing terjual. Kalau tahun ini kami perkirakan akan sedikit meningkat karena masyarakat sudah mulai banyak yang tahu. Apalagi kalau membeli disini langsung ke peternak,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, menjelang Idul Adha, harga hewan kurban memang selalu mengalami kenaikan seiring dengan naiknya permintaan. Kenaikan bisa mencapai 30% lebih. Bahkan ada yang mengalami kenaikan sekitar 100% karena hewan kurban tidak hanya dilihat dari bobotnya tetapi juga tampilan fisiknya. “Biasanya, konsumen yang sudah suka akan mau membeli berapapun harganya,” terang Maskur. 

Walaupun demikian, Maskur mengaku tidak memiliki kewenangan untuk membatasi kenaikan tersebut. Pihaknya hanya mengeluarkan imbauan agar pedagang mengambil untung yang sewajarnya. “Makanya kami gelar acara ini agar kenaikan bisa ditekan,” pungkasnya.