Disingkirkan Belanda, Meksiko Kecam Wasit

 

Disingkirkan Belanda, Meksiko Kecam Wasit

Perjuangan   hebat yang ditunjukkan Meksiko saat menghadapi Belanda akhirnya terhenti  di menit ke-90 + 2.   Penalti yang diberikan wasit Pedro Proenca  mengakhiri semua mimpi indah yang coba diukir Meksiko, Senin (30/6/2014) dinihari  WIB tadi.  Kedudukan akhir pun 2-3 untuk Tim Orange Belanda.

Kenyataan pahit ini harus dihadapi Meksiko. Padahal, mereka sudah memimpin lebih dulu lewat Giovani Dos Santos di menit ke-48. Dua gol penentu kemenangan Oranje tercipta di menit-menit akhir pertandingan, yaitu di menit ke-88 melalui tembakan dahsyat Wesley Sneijder dan tendangan penalti Klaas-Jan Huntelaar dua menit injury time. Hadiah penalti diberikan wasit Pedro Proenca kepada Oranje menyusul terjatuhnya Arjen Robben di kotak penalti karena diganjal kapten Meksiko Rafael Marquez.

Seusai pertandingan, pelatih El Tri, Miguel Herrera, tak bisa menutupi kekecewaannya dan dengan lantang menunjuk wasit Proenca sebagai biang keladi kekalahan timnya. Di mata Herrera, sebelum terjadinya drama di menit-menit akhir, Proenca harus mengeluarkan kartu kuning kepada Robben yang dinilainya kerap melakukan diving.

“Alasannya adalah wasit,” tegas Herrera ketika ditanya tentang faktor utama di balik tersingkirnya Marquez dkk. “Ialah (wasit) yang membuat kami gagal melangkah ke putaran selanjutnya,” imbuh Herrera yang mengakui jika gol balasan Sneijder lebih disebabkan kesalahan anak-anak asuhannya.

“Dari empat partai yang telah dilalui, keputusan wasit di tiga laga merugikan Meksiko. Robben tiga kali berlaku diving dan seharusnya wasit memberi ganjaran kartu kuning saat ia melakukannya untuk pertama kali. Wasit sejatinya pantas memberi peringatan kepada pemain yang sengaja berbuat curang. Dalam kasus Robben, ia (Proenca) tidak melakukannya di kesempatan kedua. Jika wasit tidak melakukan apa-apa di kesempatan pertama, maka pemain tahu betul jika dirinya tidak terancam dikeluarkan,” tandas Herrera berapi-api.

Terakhir, Herrera pun mempertanyakan keputusan Komite Wasit FIFA yang menunjuk Proenca mengingat yang bersangkutan berasal konfederasi yang sama dengan Belanda (UEFA). “Anda harus mempertanyakan mengapa yang dipilih wasit yang berasal dari konfederasi yang sama dengan lawan yang Anda hadapi, bukannya dari konfederasi lain seperti Asia atau Afrika,” pungkas Herrera. (bst/ram)