Dishub Surabaya Siaga Arus Balik Mudik Hingga H+9

Dishub Surabaya Siaga Arus Balik Mudik Hingga H+9

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya melansir ada penundaan mudik, khususnya bagi masyarakat Kota Surabaya yang ingin pulang ke kampung halamannya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat, mengatakan, sebelumnya bahwa pihaknya memperkirakan puncak arus mudik akan jatuh pada H-2 hingga hari H Lebaran bergeser menjadi H+1 hingga H+2 setelah Lebaran.

“Ada pergeseran puncak arus mudik. Hal ini disebabkan ketika hari H yang jatuh pada hari Jumat yang notabene adalah hari pendek, hal tersebut ternyata dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya untuk bersilaturahim dengan sanak famili di Kota Surabaya,” tuturnya pada enciety.co saat menghadiri halal bihalal Pemerintah Kota Surabaya, Rabu (22/7/2015).

Irvan mengatakan, diketahui pada H+2 Lebaran, tercatat ada 74.704 pemudik yang meninggalkan Kota Surabaya melalui terminal Purabaya dan terminal OsoWilangun (TOW). “Hal ini terjadi karena kebanyakan warga Kota Surabaya menunda perjalanan mudiknya,” ungkapnya.

Untuk itu, p ihaknya akan menambah jadwal siaga arus mudik dan arus balik Lebaran 2015. “Dishub Kota Surabaya akan menambah jadwal siaga arus mudik dan arus balik Lebaran 2015 hingga H+9,” tandasnya.

Sementara itu, dia juga menuturkan terjadi penurunan jumlah pemudik Lebaran tahun 2015 jika dibandingkan jumlah pemudik pada Lebaran tahun 2014.

“Ada penurunan jumlah pemudik sekitar 5 persen, pada tahun 2014 lalu tercatat ada 91.000 pemudik yang melewati terminal Purabaya dan TOW, sedangkan tahun ini tercatat hanya 87.000 pemudik yang tercatat pada H-2,” papar Irvan.

Ia melanjutkan, pada arus balik pada H+2 tahun 2015 terdata 62.000 pemudik yang melewati kedua terminal tersebut. Sedangkan pada tahun 2014 lalu, Dishub Kota Surabaya mencatat ada 70.000 pemudik.

“Diduga, fenomena ini terjadi karena pada Lebaran 2015 ini banyak perusahaan milik pemerintah maupun swasta yang membantu masyarakat dengan mengadakan program mudik gratis,” terang dia.

Irvan menegaskan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah perusahaan-perusahaan tersebut. “Selain dapat mengurangi kemacetan di jalan raya, program mudik massal tersebut juga dapat mengurangi angka kecelakaan di jalan,” tutupnya. (wh)