Disbudpar Jaring Kreativitas Mahasiswa untuk Branding Surabaya

Disbudpar Jaring Kreativitas Mahasiswa untuk Branding Surabaya
Salah satu kelompok mahasiswa UKP yang mengikuti pameran Destination Branding Kota Surabaya di Gedung P Lantai 3 Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya, Kamis (11/12/2014).

Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya menjadi salah satu destinasi turis mancanegara untuk menikmati berbagai destinasinya. Ini yang kemudian membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surabaya menggandeng kreativitas Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kristen Petra (UKP) Surabaya untuk membuat pameran Destination Branding Kota Surabaya.

Bertempat di lantai 3 Gedung P UKP Surabaya, sedikitnya 35 kelompok dari 159 lomba menunjukkan berbagai kreatifitasnya untuk mengenalkan potensi Surabaya di dunia internasional. Dalam pameran yang digelar selama dua hari itu, masing-masing kelompok diberi tugas untuk membranding sejumlah kawasan di Surabaya. Di antaranya membranding kawasan Surabaya Barat, Timur, Selatan, Pusat, dan Surabaya Selatan.

Satu di antaranya seperti yang dilakukan Septian, Randy, Raka, dan Cristian yang mengemas Surabaya Barat menjadi aplikasi toko kuliner online dengan menyajikan berbagai menu dari enam negara di Asia. Mahasiswa semester lima ini memberi kemudahan bagi turis mancanegara yang ingin mengenal berbagai kuliner khas Surabaya dan kuliner khas negara masing-masing.

“Setiap turis yang datang ke Surabaya akan mendapatkan brosur hunger calling. Setelah difoto oleh turis, dengan otomatis hunger calling akan menampilkan website dengan berbagai menu kuliner di kawasan Surabaya barat,” kata Septian kepada enciety.co, Kamis (11/12/2014).

Website yang diberi nama louwey ini memudahkan turis untuk mencari destinasi kuliner sesuai selera. Mulai dari lokasi restoran, harga, diskon harga, peta Kota Surabaya, hingga berbagai menu kuliner yang tentunya memanjakan lidah.

“Memang aplikasi ini masih sederhana. Tapi kalau Disbudpar Surabaya nantinya menerapkan aplikasi kami tentunya akan memudahkan para turis yang berkunjung ke Surabaya,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok lainnya juga membranding Kota Surabaya, tepatnya di kawasan Surabaya Selatan. Di kawasan Kecamatan Jambangan para mahasiswa mengenalkan kepada turis bahwa di Surabaya terdapat daerah yang menggunakan bahan daur ulang. Bahan daur ulang ini diolah dan dijadikan baranga layak jual seperti dompet, bunga plastik, dan baju.

“Daerah ini sudah memiliki komunitas atau organisasi, sehingga sudah terstruktur. Namun disayangkan, masyarakat Surabaya sendiri masih banyak yang belum mengetahui daerah ini. Padahal kalau orang Surabaya tahu pasti akan memberikan dampak yang bagus,” ujar Bobby Hartono mahasiswa DKV yang mengikuti pameran.

Koordinator pameran, Cindy Muljosumarto mengaku agenda pameran ini merupakan tugas dari mata kuliah Service Learning DKV 3. Terdapat 32 karya berupa poster, website, brosur dan video. Dalam pameran ini akan ada penilaian untuk menentukan branding terbaik dari Surabaya Utara, Selatan, Barat, Timur, dan Pusat.

“Para mahasiswa ini sebelumnya melakukan survey selama dua minggu hingga empat minggu lamanya, sebelum menentukan perancangan desain branding,” tambahnya. (wh)