Dirut KBS Ajukan Pengunduran Sejak Juli 2014

Dirut KBS Ajukan Pengunduran Sejak Juli 2014
Direktur Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya Ratna Achjuningrum (tengah).

Kabar mundurnya Direktur Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PDTS KBS) Ratna Achjuningrum ternyata sudah santer terdengar sejak awal Juli 2014 lalu.

Ratna membenarkan pengunduran dirinya dari jabatan Dirut PDTS KBS. Namun, ia belum bisa memberi pernyataan lebih banyak terkait pengundurannya lantaran alasan tertentu.

“Sementara ini saya belum berani komentar soal itu dulu. Coba tanyakan ke Banwas KBS saja,” cetusnya saat dihubungi enciety.co via ponselnya, Jumat (9/1/2015).

Ratna pun membenarkan bahwa pengunduran dirinya meluas saat pihaknya dipanggil Komisi B DPRD Surabaya untuk membicarakan tentang aset PDTS KBS.

“Saya tidak curhat. Kamis ke sana (DPRD) kemarin itu dipanggil dewan untuk membicarakan aset. Dan saya cerita kalau saya ingin mengundurkan diri,” imbuhnya.

Di satu sisi, isu pengunduran diri Dirut PDTS KBS ternyata juga sudah tersiar sejak lama di lingkungan perusahaan milik Pemkot Surabaya. tapi, sejumlah direksi tampak enggan untuk mengomentari dan hanya berasumsi bahwa itu masalah internal PDTS KBS.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas KBS Heri Purwanto mengaku telah mendengar isu mundurnya Ratna sejak tahun lalu. “Iya memang Bu Ratna pernah cerita saya begitu, kalau ingin mengundurkan diri. Itu terjadi pada bulan Juli 2014. Kemudian pada Oktober tahun lalu itu juga ngomong lagi ke saya kalau Bu Ratna pengin mundur,” jelasnya.

Heri pun menyanyangkan dengan rencana Ratna yang ingin hengkang dari KBS. Terlebih selama ini, kinerja Ratna dinilai sangat memuaskan dan baik. “Saya bilang ke Bu Ratna jangan mengundurkan diri. Saya gandoli sejak dulu itu, lha wong kinerjanya baik, kok,” jelasnya.

Namun meski telah mendengar pengunduran diri sejak lama, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat permohonan pengunduran diri dari Ratna. Karena menurut prosedurnya, untuk bisa mengundurkan diri, pihak yang bersangkutan harus mengajukan permohonan pengunduran diri ke Badan Pengawas KBS, kemudian diteruskan ke wali kota Surabaya untuk dipertimbangkan.

“Saya belum terima surat pengunduran diri dari beliau. Karena saya selama tiga hari ini juga berada di luar kota. Tapi intinya kami ingin Bu Ratna tetap berada dan memimpin KBS karena kinerjanya baik,” tegasnya. (wh)