Direksi Pelindo III Dilantik

 

Direksi Pelindo III Dilantik

Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, Jumat (16/5/2014), dilantik. Dari lima jajaran direksi, nama I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra  sebagai Direktur Keuangan, bukan pejabat karier dari internal perusahaan. Ari itu murni pejabat profesional.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto mengatakan, figur Ari betul-betul seorang profesional yang sebelumnya seorang banker. I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra  menggantikan posisi Wahyu Suparyono yang pensiun sebagai Direktur Keuantan Pelindo III.

“Sebelum menjabat Direktur Keuangan, Ari pernah berkarir di Standard Chartered Bank Singapore, PT Amstelco Tbk, dan terakhir menjabat Executive Director Natural Resources Group and SOE PT ANZ Bank Indonesia,” jelas Edi Priyanto.

Edi menambahkan, figur Ari diharapkan bisa memerkokoh kinerja perusahaan. Sebab, hingga tahun 2014, Pelindo III mampu meningkatkan aset perusahaan hingga Rp 10 triliun. Selain itu, operator jasa pelabuhan ini berupaya menggaet investor dengan menerbitkan global bond.

Sementara jajaran direksi yang dilantik kemarin adalah Djarwo Surjanto selaku direktur utama. Jabatan ini diperpanjang setelah sebelumnya Djarwo Surjanto menduduki kursi Dirut pada periode 2009-2014.

Selain Djarwo, posisi Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha masih dipercayakan kepda Husein Latief. Adapun tiga posisi baru diduduki Rachmat Satria menduduki Direktur Operasional dan Teknik menggantikan Faris Assegaf.  Totok Heli Yanto menggantikan posisi A. Edy Hidayat N sebagai Direktur Personalia dan Umum.

Totok Heli Yanto yang sebelumnya menjabat General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Perak, posisinya akan diisi Eko Hariyadi Budijanto yang sebelumnya Senior Manager Pelayanan Terminal.

Sementara untuk posisi Rachmat Satria yang sebelumnya sebagai Direktur Utama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) masih kosong. “Itu (jabatan direksi TPS) akan dibahas di tingkat Kementerian BUMN, karena pengelolaan TPS share dengan Dubai Port,” terang Edi.

Djarwo Surjanto dalam keterangan persnya mengatakan, perusahaan membutuhkan ekspansi guna memberi pelayanan. Utnuk itu, kita membutuhkan dana segar untuk mendapatkan investasi, bisa melalui pinjaman, penerbitan obligasi, bahkan kemungkinan IPO (initial public offering),” pungkasnya. (wh)